Testing write down from my device

February 17, 2010 – 5:45 am by nyenius

As I nongkrong in my toilet, my mind is wandering to far away places. Thinking for today’s agenda, the fact that I haven’t sleep tonight, the new work in my workshop starting today. Etc. And I think that I’m a king, God never sleep…. And I think I need sleep….. ****ooh it’s done :p

Saya Adalah Teater

November 26, 2009 – 2:40 am by nyenius

Maaf saya tidak mengerti cita rasa seni anda, sucks!

Semakin jauh saya dari panggung teater secara fisik, semakin asing melihat mereka yang bergelut didalamnya. Masih terngiang ditelinga, pengalaman latihan teater ketika SMP “Total! Total! Ayo keluarkan totalitasnya!” Dan saat ini saya pun berkata, tidak ada totalitas yang sia-sia. Masih terngiang ketika workshop teater –juga dulu waktu smp- betapa saya yang notabene baru kali itu menjejakkan kaki di panggung harus di maki-maki didepan umum, disuruh turun panggung dengan teriakan “Tidak ada tempat buat plagiator di panggung teater!”. Hanya karena secara tak sengaja saya membawakan sebuah peran dengan cara hampir mirip dengan performer sebelumnya. Dan sekarang saya berkesimpulan, ide yang terlintas pertama hampir pasti sudah ada orang lain yang memikirkannya.

Masih teringat, sebalnya saya ketika inisiasi pertama teater SMA, yang para senior masuk ruang dan langsung berselisih yang saya langsung tahu maksudnya ingin mempertontonkan apa itu akting. Saya muak tapi diam saja. Belakangan mafhum juga, begitu tahu mereka tak punya pembimbing. Masih teringat ketika inisiasi pertama saya menjadi ketua teater di sma, dimana saya harus memimpin latihan sambil ditonton para senior, saya bariskan teman-teman dan mulai memimpin latihan. Ditengah latihan : “Yang gak serius gue lempar sendal!” Sejak itu anggota teater pun menyusut. Dan saat ini saya pun berkesimpulan, kelewat serius bisa bener-bener kelewatan.

Masuk kuliah jurusan teater, pelatih saya berpesan: “Pokoknya lo perhatiin aja, biasanya yang rambutnya gondrong otaknya kosong, menang gaya doang” Saya pun menjadi antitesa orang kebanyakan di kampus. Pakai celana bahan, dan seringkali pakai kemeja rapih. Saya diskusi dengan beberapa kawan karib, tentang falsafah teater, maksud dasar dibalik berteater. Masih ingat betul kesimpulan kami saat itu; memanusiakan manusia, membawa manusia ke ujung potensinya. Dan saya berpikir, terus berpikir, setelah mendapatkan latihan ‘menjadi manusia’ di dunia teater, lantas kemana kita mempraktikannya? Terus menerus diatas panggung? Karena saya merasa teori-teori, teknik-teknik dalam teater terlalu mubazir untuk melulu dituangkan diatas panggung. Saya pikir itu bisa diaplikasikan dalam bentuk yang lebih luas dari sekedar naskah dan panggung. Dalam kehidupan nyata, dalam bertetangga, bergaul, dalam usaha memberi kebaikan nyata bagi orang banyak. Bukan hanya cerita yang dimengerti segelintir orang. Sepertinya saat itu saya mulai jatuh cinta pada ‘prosa’ ketimbang dalamnya kata-kata puisi. Efeknya lebih luas, lebih bisa mengena dalam pencernaan orang banyak.

Teater absurd yang dulu dikagumi mulai kelihatan basi dalam pandangan saat itu (dan saat ini). Seni tertinggi adalah seni realis! Itu kesimpulan saya. Seni yang melenceng dari realitas yang masih saya kagumi adalah surealis. Dan memuncak pada pertanyaan kepada dosen penggelut surealis : “Sebetulnya kita hidup untuk seni, atau seni untuk hidup”. Seni untuk hidup disini tidak dalam arti “Seni sebagai mata penghidupan”, tetapi adalah seni sebagai sebuah pendorong manusia dalam mengolah hidupnya.

Kekeras kepalaan saya untuk bertahan di teater pun semakin luntur ketika ditambah tuntutan untuk pulang ke rumah dan menggeluti hal lain; desain interior. Setelah berdiskusi dengan seorang teman yang terpercaya, keputusan pun diambil, saya pulang, meninggalkan segalanya dibelakang. Dan semenjak itu, kaki ini jauh dari panggung, mata ini jauh dari pertunjukan, mulut ini jauh dari olah vokal, bercerai sudah dengan dunia itu. Terjun ke dunia prosa, dengan sesekali menggumam beberapa puisi. Saya bukan aktor, bukan sutradara, bukan penulis, bukan penyair, tapi prosais dan saudagar. Tapi saya tahu, totalitas yang dulu tidak akan bisu.

Blood goes to my head

November 26, 2009 – 1:57 am by nyenius

Kepala gue kacau…..

Sebaiknya gue tidur sekarang…

Marine Fishes Compatibility Chart with indonesian names

April 17, 2009 – 4:08 am by nyenius

Buat yang mau ngisi ikan di akuarium lautnya, baiknya baca ini dulu, biar gak asal campur ikan begitu aja.

Ilham Cerita

March 21, 2009 – 5:23 am by nyenius

Baru setelah membaca buku Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando, gue dapet kilas pikiran mengenai apa yang mau gue omongin ini. Dalem buku itu, pada bab yang menceritakan tentang sebuah ekspedisi kemanusiaan yang melibatkan beberapa orang anggota Kopassus (saat itu RPKAD), reporter stasiun tv NBC, sutradara film dokumenter spesialis suku terpencil dari Perancis bersama anaknya, dan seorang mahasiswa Antropologi dari Amerika. Ekspedisinya bernama ‘Ekspedisi Lembah X’, yaitu sebuah ekspedisi untuk meneiliti unexplored area yang berada di lereng gunung Jaya Wijaya pada ketinggian 8.000 kaki. Perjalanan mereka dari awal ekspedisi sampai akhir terasa sangat menarik  untuk diangkat ceritanya ke layar lebar. Entah dengan cerita aslinya (dengan menggali info lebih jauh dari pelaku sejarah), atau dibumbu-bumbuin sedikit. Ketimbang tema film Indonesia sekarang-sekarang ini yang jelas itu-itu aja, sekalinya idealis, tetep aja itu-itu juga (prostitusi, drugs, pikiran surealis gak jelas).

Tapi yah, tergantung ‘penguasa perfileman’ kita juga sih ya…..

Plak plok plak plok Stupid sinetron

March 16, 2009 – 11:49 pm by nyenius

Current Mood:Nahan Kesel emoticon Nahan Kesel & Payah nih emoticon Payah nih & Sickly emoticon Sickly

You know what, hampir tiap malam, saya terebak untuk menonton setidaknya 1/2 – 1 – 1/2 sinetron. Maksudnya ada tiga judul sinetron, yang pertama 1/2 nya gue tonton, yang kedua (Cinta Fitri) full gue tonton, yang ketiga 1/2 nya gue tonton, kadang nggak sama sekali. Pertama gue ngeluh bahwa temanya basi dan ngada-ngada, dan yang pasti, sebagaimana budaya sinetron, ceritanya diulur-ulur kayak mie, sampe busuk saking panjangnya.

Ok, pertama Cinta Fitri (Season 1, season taek lah), masih oke lah, wajar juga rating nya jadi naek. Tapi season dua mulai kurang ajar, panjang, makin panjang, pokoknya kalo penjahatnya mao ketangkep, pasti dibikin tuhan ngebantu tuh penjahat, jadi aja selamat penjahatnya. and the bla and the blu lah. Nah sinetron sebelum Fitri itu lebih tai lagi. Ada emak-emak sama nenek-nenek kerjaannya ngerecokin dan musingin anaknya mesti pacaran sama siapa, baru tadi gue liat pemerannya ditambah cut keke sebagai pemeran baru, yang logat jawanya cuih cuih maksa abiiissss. Nah sinetron setelah Fitri, itu sama gilanya, gue lebih gak ngikutin yang ini sih, ada cewek kawin, lakinya selingkuh, tinggal sama selingkuhannya tapi tu cewek gak dicerai. Selama itu tu cewek deket sama cowok laen, dan ada cowok laen yang deketin juga, akhirnya suami yang gak setia mati, dia kawin ma cowok laen, udah ada cowok laen yang maoin, dan berusaha ngerebut cewek itu. Kalo kata kasino, “itu cewek apa perek sih.” Ngaconya lagi, udah jelas anak2nya cerai, tapi emak mantan suamiya sama nenek ceweknya masih tinggal bareng. Udah gitu, parahnya Emaknya suami yang mampus itu pemerannya umurnya sepantaran sama anaknya, cuih.

Oke, itu gak papa namanya juga bisnis. Taaaaaaaaaaaapiiiiiiiiiiiiiiii, ini yang bikin gue nulis tulisan ini. Tadi gue liat, serempak tuh sinetron-sinetron nampilin parade adegan gampar-menggampar dan bentak-membentak. Bangsat! Di sinetron sebelum Cinta Fitri aja gue itungin sambil lewat (sambil maen hp gue) ada 5 kali lebih adegan nggampar, bahkan ada 2 adegan gampar yang ada di satu scene. Di cinta Fitri jangan ditanya, semenjak beberapa minggu episode ke belakang emang udah ada, tapi sekarang eskalasinya bertambah. Paling gak tahan di sinetron fitri tu adegan marah-marahnya, bikin senewen, padahal gue lagi gak ngadepin televisi, lagi asik di laptop ato maen hape, tapi suara marah-marahnya itu bikin puyeng kepala. Bangsat ye, orang udah seharian capek ama kerjaan, dimana disitu ada masalah dan segala macemnya, ini mesti dikasih adegan dan suara orang marah-marah lagi, bangsat. Semua orang di rumah bilang mulai sebel sama cerita Sinetron itu, tapi tetep aja mereka pada nonton. Duh, kampret.

Cara Berciuman Menurut Zodiak

March 14, 2009 – 3:46 am by nyenius

Hehehehe, lagi browsing di internet, gak sengaja nemuin ini disni. Material di bawah ini FULL-COPY-PASTE dari situs orang ini.

Dan berikut data Ramalan Zodiak 2009 tentang Cara Ciuman :
# Capricorn
Ciuman-ciuman yang didaratkan oleh orang-orang yang berbintang Capricorn kabarnya sangat-sangat romantis. Bahkan saking romantisnya, ciuman mereka kerap menjadi obat pembunuh stress!

# Aquarius
Sesuai dengan lambangnya, air, warga Aquarius ternyata memiliki ciuman yang basah dan agak serabutan. Selain itu, pada saat ciuman berlangsung mereka umumnya cenderung membuka mata lebar-lebar.

# Pisces
Orang-orang dengan bintang berlambang ikan ini memiliki gaya berciuman pandangan mata tajam, penuh nafsu dan gairah, serta wow … berlangsung cukup lama!

# Aries
Orang-orang Aries ternyata memiliki gaya berciuman yang cepat dan penuh dengan nafsu. Tapi sayangnya ciuman dahsyat tersebut biasanya cepat pula selesainya.

# Taurus
Berbeda dengan mereka yang berada di bawah naungan Aries, dimana ciuman mereka umumnya berlangsung sangat perlahan, tidak tergesa-gesa, tenang, penuh kemesraan dan berlangsung terus… terus… dan terus.

# Gemini
Orang-orang Gemini konon merupakan pribadi yang hangat dan ceria. Tidak heran jika gaya berciuman mereka terkadang diselingi oleh senyuman bahkan juga tawa lebar. Asyiknya, sifat warga Gemini yang terkenal gemar melakukan sesuatu yang baru itu pun dilakukannya dalam melakukan ciuman. Jadi banyak kejutannya!

# Cancer
Warga Cancer memang terkenal dengan sikapnya yang hati-hati, agak tertutup dan cenderung ingin selalu dilindungi. Tak heran jika dalam urusan berciuman mereka lebih suka melakukannya dengan lembut, hangat, dan seperti tidak mau lepas saja!

# Leo
Orang-orang Leo yang terkenal keras dan tegas ternyata memiliki gaya berciuman yang liar, tanpa malu-malu, bahkan tidak segan-segan untuk menggigit dan mencakar! Pun warga bintang berlambang singa ini ternyata sangat senang jika mendapat pujian dari pasangannya, utamanya pujian atas gairahnya yang luar biasa.

# Virgo
Warga Virgo memiliki gaya berciuman yang halus, lembut, rapi, sampai-sampai sang pasangan pun bakal terkesima dibuatnya.

# Libra
Gaya berciuman warga Libra konon kurang hangat! Kenapa? Karena mereka pada umumnya terlalu khawatir dengan urusan macam-macam di luar hasrat mereka. Belum lagi, mereka gemar menghela nafas di tengah-tengah ciuman.

# Scorpio
Percaya atau tidak, orang-orang di bawah naungan Scorpio rupanya tidak terlalu suka dengan ciuman. Karenanya, jangan kaget apabila dalam sebuah hubungan intim mereka kerap melewatkan aktifitas yang satu itu dan lebih suka langsung menuju sasaran.

# Sagitarius
Hmmm.berbahagialah Anda yang berbintang Sagitarius atau pun yang memiliki pasangan dengan bintang ini. Pasalnya, mereka yang berbintang dengan lambang busur panah ini memiliki gaya berciuman yang mengejutkan, spontan, dan menggairahkan. Tak heran jika konon banyak orang yang menanti-nanti ciuman ala si Sagitarius ini.

Begitulah KATANYA.

Common Errors in Heterosexual Special Relationships

March 14, 2009 – 3:40 am by nyenius

Generalizations
Generalisasi, ini bisa jadi masalah komunikasi yang cukup serius dan bisa jadi masalah ribet yang gak jelas. Ungkapan seperti: “Kamu gak pernah mau jemput aku lagi.” Cobalah telaah lagi kata-kata NGGAK PERNAH lagi jemput lo. Umumnya sih timbul reaksi “Sejak kapan? Waktu ini-itu aku jemput kamu kan? Bla bla bla”, bla bla bla disitu biasanya gak penting, cuma efek defense lanjutan aja.

Me or your friends
Ada dua kasus disini. Satu, terkadang, –kayaknya seringnya cewek- memaksa pasangannya buat memprioritaskan dirinya ketimbang temen-temen pasangannya, ekstrimnya ngasih ultimatum. Kedua, kadang seseorang tidak nyaman kalo diajak ngumpul bareng temen-temen pasangannya, dan pasangannya maksa, kalo nggak dipandang negatif karena nggak bisa bergaul sama temen-temen doi.

Listen to my story, no, you listen to mine..
Berebut perhatian dan penghargaan antar satu sama lain, ini juga bisa jadi masalah. Apalagi kalo pasangan itu sama-sama pusat perhatian atau sama-sama ‘orang yang dipandang’ di lingkungannya, dua-duanya ingin dipuja oleh pasanganya. Ribet deh.

What’s your mail password..
Menjadi masalah tatkala pasangannya kelewat posesif (atau memang pasangannya bajingan?) dan menuntut akses ke inbox email dan sms.

Physical Contact
Alasan klise-nya, “aku pengen menyayangi kamu lebih dari kata-kata…” Ato, “ini yang terakhir kalinya sebelum kita putus….”

Marry me, marry me, marry me…
Sudah jelas.

So what should we do about it? Don’t ask me, I’m just making a list here…

Menerjemahkan Puisi Secara Harfiah

March 14, 2009 – 2:13 am by nyenius

Gue pernah baca, mengenai salah satu cara menerjemahkan/memahami puisi adalah dengan memberikan kata sambungan yang hilang dalam bait puisi, sehingga membentuk kalimat yang lebih prosaik. Seperti puisi chairil anwar yang di bawah ini:

Aku
chairil anwar

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
………….

–mari kita coba terjemahkan secara harfiahnya–

Kalau (suatu hari nanti, telah) sampai waktuku (menghembuskan nafas terakhir)
(yang) ‘Ku mau tak seorang (pun diantara kalian, atau siapapun) kan merayu (atas kepergianku)
Tidak juga kau (nama seseorang, Lisa, misalnya)
Tak perlu (lah kau mengeluarkan) sedu sedan (seperti) itu

(karena) Aku ini (hanyalah) binatang jalang
(yang bahkan) Dari kumpulannya (pun) terbuang

… bla bla bla … dan seterusnya …

Ya gue lupa apa nama tekniknya, bener nggaknya judul posting ini, gue juga gak tau. Tapi yang jelas cara begini ada. Bahkan Quraish Shihab pun memakai teknik ini dalam menafsirkan Qur’an di tafsirnya, Tafsir Al-Mishbah. Coba aja liat sendiri. Semoga posting singkat ini membantu.

Note From Upgrading Wordpress below 2.7 to 2.7.x

March 13, 2009 – 7:30 pm by nyenius

Buat kawan-kawan yang ngupgrade wordpress dari versi di bawah 2.7 ke 2.7 ke atas, harap catat beberapa hal penting supaya hasil upgrade berjalan dengan baik. 2 hal aja sih:

  1. Disable plugin Wordpress Automatic Upgrade. Karena fitur ini sudah termasuk didalam core 2.7.x. Kalau nggak di disable, maka you orang bakal nggak bisa ngupgrade dari versi 2.7 ke versi-versi berikutnya. Kedua, you bakal gak bisa pake itu yang namanya fitur (ciamik) install plugin dari admin panel (tanpa perlu download terlebih dulu dari situs wordpress.org). Dijamin you bakal ketemu error ini:
    Fatal error: Cannot redeclare pclziputilpathreduction() (previously declared in…blahblahblah..
    **keterangan lengkap baca
    disini.
  2. Disable plugin yang berfungsi untuk membuat drop down menu di admin panel. Seperti Ozh’ Admin Drop Down Menu, Lighter Menus, atau you gak bakal pernah ngeliat yang namanya menu bar di admin panel WP 2.7.x. Gue ngalamin sendiri, ketika baru pertama kali upgrade, kok menunya gak ada sama sekali, rupanya Lighter Menu menyembunyikan itu semua.

Ok, itu yang sejauh gue tau. Semoga membantu.

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 ...31 32 33 Next