apa yang kau cari
setelah jauh berjalan
memarahi nasib
dan meludahi sungai-sungai

apa yang kau mau
setelah kesedihan demi kesedihan
kau lipat dalam baju
dan pekik kalut
selalu membayangi bunga
yang kau cium

keharuman yang kau cari
itu racun
kau akan tertusuk pedangmu sendiri
karenanya

bisa jadi kau tertipu
akan kebenaran yang kau pegang

tidak maukah kau diam sejenak
memusatkan semesta pada hatimu
dan kembali berjalan dengan
langkah penuh terisi

kemudaanmu adalah besi tempa
dan perjudian yang penuh perhitungan
sekali kau salah memukulnya
ia hanya akan menjadi arit pemotong rumput belaka

jalanmu tak tentu
seperti kucing gelandangan
menggantungkan hidup
pada tempat sampah yang dilewatinya

kosong

lupakan harapan akan kegagahan
kenapa tidak berguru pada angin, pada gunung
dan pada bambu?!
mereka bekerjasama demi satu cita-cita
sedang dengan tubuhmu sendiri
kau terus bertengkar
bagaimana dengan jiwamu?!

sudahlah
diam
jangan banyak berkoar tentang keinginan
bangun dulu satu gapura sederhana
hingga selesai

12:34 AM 4/9/03

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>