sebenarnya kau bicara kepada apa
dan untuk siapa?!

bukankah hanya suaramu saja
yang terdengar

apa yang kau igaukan itu?
begitu jelas tertera di jalan-jalan
seperti iklan rokok yang memuakkan

rupanya ada bajingan yang lepas
dari kejaran polisi dan ia berteriak
mengelukan pengejaran atas pengecut itu

tidakkah sakit waktu kau teriak?
tidakkah perih waktu kau menunjuk-menghitamkan

marahlah
ya, marah
banting botol itu, lemparkan ke tembok
dan biarkan semut-semut tahu kau kesal banget

aku sudah muak
pada dualisme mulut dan hati
berapa kali kau terjebak?

berbicara manis di gagang telepon,
begitu agung, meyakinkan, penuh daya
lantas sesudahnya kau lunglai di atas kasur
dan membunuh bukti-bukti

kau guru dari segala rubah
dan kau kalah oleh lidahmu sendiri
jadi bisu dalam-dalam

sembunyilah
lari ke dalam selimut
cari pembenaran di atas seprei buluk
larilah pengecut

kau adalah nabi yang gagal
menangkap wahyu
hingga lepas, membentur kepalamu
dan kau jadi gila

tahukah kau
arti kata cukup?

5:39 PM 9/9/2003

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>