Ketika burung malam
istirahat di kerucut pohonan
aku masih saja mengeluh

mama!
aku belum menemukan jalan pulang
tidak juga jalan untuk terus
semuanya gelap

aku diam
gemetar sendiri
meski disekitarku malaikat berkeliaran

aku tidak bisa melihat
buta,
hanya gelap

mama!
apa aku terlalu sombong
padahal kepada tembok dan daun
aku selalu berderma!

mama!
temukanlah aku
tidak! jangan dengan nasihatmu
gunakan yang lain
keluarkan aku!

di antara jeruji diriku sendiri
aku terpenjara
hilang segala keinginan

apakah kakiku sudah terlalu lemah?

mama!
sudah cukup batinku mengamuk
jangan marahi lagi
peluk saja aku
peluk saja
hingga aku hilang
dalam tubuhmu yang
subur

aku ingin lihat
pesan Tuhan

3:29 PM 8/26/2003

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>