meracau beberapa hari
bicara tak jelas
lantang, kuat, dan kosong

pada tiap sudut
hanya diri sendiri terlihat

kau mungkin melihatnya
kau mungkin menciumnya

entah kemana suara itu pergi
entah kemana tangan itu menggenggam
pada kesadaran penuh
kau tak bisa hentikan langkah

ketika ramai kau menjadi lebih ramai
ketika sendiri kau menangis penuh sesal

sudahlah!
hentikan, ini konyol

mencari apa tangan yang mengerjap itu?
memburu apa kaki yang melaju itu?
kesia-siaan bukanlah pilihan
hentikan!

9:55 AM 3/17/03

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>