Semakin tua, kita menjadi takut pada kenangan
ngeri menatap mereka dan jadi hidup lagi

karena memang kita tak mampu kembali ke sana
dan menjauh dari harapan itu

Cinta yang membara
percumbuan-percumbuan menjadi ritual
dan tujuan yang tak perlu dipikir ulang
adalah kegilaan yang dirindu

semakin tua, makin menjauh dari romantisme
kenyataan menggembleng kita begitu rupa
tangan kita, kaki kita, dipaksa membenci mimpi
dan cita-cita

seringkali keterpaksaan dan menyerah pada keadaan
menjadi pijakan untuk terus hidup
ah, kita semakin lapuk

sepertinya kita harus hijrah
melakukan langkah besar yang sepenuhnya beda
kita harus berani mati setiap waktu
kita harus berjuang hingga nafas ini habis
dan perlawanan sudah tak mungkin lagi

Tak boleh menyerah
tak boleh mengatakan cukup
Jiwa tak boleh kalah
semangat tak boleh mati

kita harus selesaikan perjanjian kita dengan Tuhan
kita memang tak diizinkan untuk bilang menyerah
karena kita telah dilahirkan

0:29 03/03/2004

 

2 Responses to Menjadi Tua

  1. nggg.... diloy says:

    jadi inget “api tak pernah menunggu matahari untuk membakar”

  2. sebenernya...Toba... says:

    apaan tuh? puisi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>