Tak ada lagi
hembusan angin
selembut nafasmu
dalam kesepian rutinku

Tak bisa membunuh kamu
dalam cemburuku
kamu milikku
punyaku

Dedaunan talas di sawah sudah mekar
Biar nanti kita minum air hujan tadahannya
Kemudian saling bertukar rindu
dalam tatap dan kelembutan bibirmu

Aku sudah merancang bulan dan hari
tapi rusak karena takut
aku lari lagi
tinggalkan
semua yang sudah
kutulis rapi dalam hari-hari

Hancur
lalu aku tak berani
menatapmu, lagi-lagi takut
seperti kerbau besar menanduki hatiku

Kamu
Dewiku
Aku karam terbentur
pandangmu yang seperti
kapas-kaps emas yang manis

Aku sungguh retak
ragu menatapmu
ragu mengucap kata-kata
ngeri kau muak dan pergi

bajingan ini tak bisa membunuhmu
dalam cemburuku
kau milikku
punyaku

3:47 30/04/2002

Tagged with:
 

One Response to Kau Milikku

  1. ucup says:

    wow…
    sangat menyentuh hat banget..

    gw suka ma puisi ni..
    thank’s banget udah buat gw tegar..!!
    salaut gw ma lo…!!

    tnk’s..

    -ucup-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>