Langit basah
Hujan melahirkan air-air
Aku diam kandas dalam rindu

Seperti kau bilang
‘Saat batin kita bersatu’
ya akupun tak bisa lupa

pundakku selalu bergerak;
gelisah

rindu ini mencekik kerah baju
padahal baru tadi kita bertemu

langit basah
hujan turun melahirkan air-air
aku diguyur bayangmu

“malam ini dingin
sudahkah kau pakai selimut?
Awas nanti masuk angin”

bumi basah
langit menyitir syair-syair perayaan
semesta bercinta

tapi kita?
Ah jauh rupanya, kau dan aku
Cuma diam dibebat rindu

jangan takut,
Besok aku datang
Akan kubalas semua rindu
Akan kubayar tanpa ragu

Langit basah
Bumi basah
Kau dan aku
legam diguyur cinta

28/1/02 11:58:42 PM

revised on : 2:03 PM 10/3/03
and 12:21 AM 10/6/03

Tagged with:
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>