Bila sinar itu telah
padam dari matamu
maaf aku harus pergi

masih ada beberapa
karang yang harus
kupecahkan

Kamu butuh kepastian?
tanyakan pada hatimu yang gemetar

-aku tak suka mengecup bibir yang dingin-

menara kita telah runtuh
dan maaf aku harus pergi

ternyata begini akhirnya
hatiku masih kukuh,
tapi bila kau tidak
maaf aku harus pergi

Aku tak mau bertahan
menjadi pemaksa
aku tak mau jalan berdampingan
dengan hati yang tak jelas arahnya

Semua yang kau bilang untukku
sekarang tidak lagi
semuanya menjadi kapas
dan menguap ke langit

mimpi-mimpi kita sudah jadi abu
pilih jalanmu, ke utara atau selatan
lontarkan salam dan seutas senyum
lalu kita berpisah di simpangan ini

semuanya sudah berubah
jangan berpura-pura.
maaf aku harus pergi

Aku harus membereskan koperku
yang terjatuh
dan terus berjalan

Sunday, June 02, 2002
3:11:06 Am

Tagged with:
 

One Response to Maaf, Aku Harus Pergi

  1. kyeong says:

    puisinya jelek

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>