Ya sudah saja
Ini titik dari kalimat kita

Bunga tidak tumbuh di batu
Begitu pula hantu tidak bergentayangan di masjid

Ya sudah saja
Detik ini hanya peresmian
Hati kita sudah mati dari kemarin

Angin telah mencurinya
Ditambah pula kebodohanku yang tak berujung

Aku berat mengatakannya
Tapi ini titik dari kalimat kita

Mata siapa yang sembap
nanti kita segera tahu
tapi itu bukan prinsip

Setelah puisi ini abis
Rasakanlah olehmu kebebasan
dan satu rantai yang karat telah pecah

Ya sudah saja
Ini titik dari puisi singkat kita
Ini kata mati dari hidup yangkau tak suka

Ah, hari sudah larut
bulan turun
aku sudah mati
Sejarah kemerraan ditutup disini

amu nanti tegar saja
aku minta maaf

Gelap jalan, jangan limbung
tetaplah jadi kedamaian
dan jangan lagi cari bangsat sepertiku

Eh, malam makin larut
Sudah waktunya kau jalan lagi
Sudah waktunya aku jalan lagi
kembali mehyingkap kegelapan esok
entah dengan berlari atau terseok

Ya sudah saja
Ini titik dari kalimat kita
Ini titik kita buat semua tanda kutip itu

Tuesday, November 06, 2001
16:05

Tagged with:
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>