Sebuah Pesan Enggan Jumpa
Sampai kau menangis
malam itu
kau lipat awan
dalam api
Marah
Lelah menahan hati yang berat
Di atas tembikar rapuh
Aku hanya mampu menatapmu
kupaksa tanganku melipat
kubalut dengan gelap
aku merasa lemah seketika
Dari jendela itu
Kesombongan langit mengangkangimu
Diam dalam bijak
Membiarkanmu menangis
Demi pedih menggurat jelas di dahi
Aku merasa lemah
aku ingin pergi dari jendela ini
menuju dunia yang tanpamu
Sudahlah,
ini kutulis pesan di pintu:
“Jangan menangis
Luka itu bukan siapa-siapa,
Ia saudara kita.
Selamat tinggal.”
1:37 PM 7/8/2003
Tagged with: puisi patah hati
Random Quotes
— Joseph A. Schumpeter“Economic progress, in capitalist society, means turmoil. “ Recently Posted
- Kutipan yang Menarik Subhan Toba
- Swollen Foot Subhan Toba
- Tetapi Kita Pergi Subhan Toba
- Haazaa min ‘indi Robbii Subhan Toba
- Waktu Pertama Beli Zippo dari Luar Negri Subhan Toba
- Pengantin Baru Subhan Toba
- Caraku dan Caramu: Preferensi Pribadi Subhan Toba
- Pandangan Dari Tengah Tangga Subhan Toba
- Semalam Bersamanya Subhan Toba
- Ternyata Kamu! Subhan Toba
ID-ZIPPO posts
- Board statistics Saturday, May 19, 2012
- Lounge | Re: ID-Zippo LOUNGE Saturday, May 19, 2012
- Zippo Collectibles Lainnya | Re: zippo 80th lighter fluid 'n zippo butane fuel Saturday, May 19, 2012
- Events | Re: FIELD REPORT Kopi Darat Bandung Saturday, May 19, 2012
- Pemantik Selain Zippo | Ronson Ronsonol Saturday, May 19, 2012
- Info Umum Seputar ID-Zippo | Re: Tentang zippo Saturday, May 19, 2012
- Perkenalan | Re: Master Zippo Indonesia salam kenal yo^^ Saturday, May 19, 2012
- Ngalor-ngidul | Re: KALIMAT BE RANTAI Saturday, May 19, 2012
- Ngalor-ngidul | Re: THIS IS JUST THE BEGINNING Saturday, May 19, 2012
- Creativity & Productivity | Re: zippo art (photography tentang zippo) buat yg suka poto Saturday, May 19, 2012





