kutepuk dada yang sakit
berat

kumuntahkan masa lalu-masa lalu
waktu-waktu bersamamu
waktu-waktu aku memandangmu

berat

ada luka yang berpijar
ada jendela yang terbuka lagi
ada gelora yang membakar lagi

tapi lelaki ini akan tersenyum
memanggil namamu dengan
satu lambaian tangan
lalu kuringkas semua masa lalu
dalam satu tarikan nafas

ia masih merindukanmu
menggambar wajahmu masih
pada langit yang kupandangi

kesadaran yang terlambat
datang tepat di jidat:
ruangmu belum tertutup juga.

11:44 02/02/03

Tagged with:
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>