Puisi yang Pudar
Lewat tinta
sebuah puisi yang pudar
teraba lagi hari-hari keemasan
dan malam-malam yang selalu senja
sudah tertuliskan begini
kita hanya diizinkan untuk merasa
tidak menyentuh dan memiliki
Dekapan yang dirindui
benar-benar tinggal kerinduan
malam dirundung sendu
menghapus air matanya dengan
sapu tangan; selendangmu yang lepas
dan tak pernah teraih lagi
cerita kuno itu
menjadi tempaan keras bagi hati
menumbuhkan, menopang ketika goyah
Begini hidup itu
Kafilah besar yang terus melaju
yang mati dan luka ditinggalkan
dan ia tetap melaju
puisi yang pudar
sisa masa yang mati
kuburkan baik-baik,
lupakan.
2:47 PM 9/20/2003
Tagged with: puisi patah hati
Random Quotes
— Naguib Mahfouz“God did not intend religion to be an exercise club. “ Recently Posted
- Kutipan yang Menarik Subhan Toba
- Swollen Foot Subhan Toba
- Tetapi Kita Pergi Subhan Toba
- Haazaa min ‘indi Robbii Subhan Toba
- Waktu Pertama Beli Zippo dari Luar Negri Subhan Toba
- Pengantin Baru Subhan Toba
- Caraku dan Caramu: Preferensi Pribadi Subhan Toba
- Pandangan Dari Tengah Tangga Subhan Toba
- Semalam Bersamanya Subhan Toba
- Ternyata Kamu! Subhan Toba
ID-ZIPPO posts
- Board statistics Saturday, May 19, 2012
- Lounge | Re: ID-Zippo LOUNGE Saturday, May 19, 2012
- Zippo Collectibles Lainnya | Re: zippo 80th lighter fluid 'n zippo butane fuel Saturday, May 19, 2012
- Events | Re: FIELD REPORT Kopi Darat Bandung Saturday, May 19, 2012
- Pemantik Selain Zippo | Ronson Ronsonol Saturday, May 19, 2012
- Info Umum Seputar ID-Zippo | Re: Tentang zippo Saturday, May 19, 2012
- Perkenalan | Re: Master Zippo Indonesia salam kenal yo^^ Saturday, May 19, 2012
- Ngalor-ngidul | Re: KALIMAT BE RANTAI Saturday, May 19, 2012
- Ngalor-ngidul | Re: THIS IS JUST THE BEGINNING Saturday, May 19, 2012
- Creativity & Productivity | Re: zippo art (photography tentang zippo) buat yg suka poto Saturday, May 19, 2012





