Sendirian
Manusia terlahir dan mati
Hanya amal yang menemani
Itupun katanya

Sendiri dalam dunia
Berjuang menghadapi satu Tujuan
Yang Juga Semu
Dan hakikatnya tak berarti

Benar kata kawan ku
Persahabatan bukanlah jawaban
Hanya sebuah batu lompatan
Agar kita bisa selangkah lebih maju

Ke-egoisan selalu membuat manusia terlena
Dan menyadari bahwa mereka tidak sendiri
Padahal kesuyian selalu menghantui
Dan yang ada kesendirian yang abadi

Baru ku sadari
Bahwa Tuhanpun bisa Mati
Sehingga aku pun semakin sendiri
Terpuruk, dan semakin terinjak oleh diri.

Bismillah,
Kusebut namaMu Tuhan
La Haula,
Kuakui kekuatanMu

Wahai pemilik Sirath
Tak ada jalan kecuali yang kau pilihkan
Tak ada celaka dan bahagia kecuali yang engkau izinkan.

Waghfirlanaa Warhamnaa
Kami yang selalu alpa dan berlagak menantang
yang diluar kuasa

Laa Tuhammilnaa maa laa….


——————–
Avesena
Dengan modifikasi seperlunya, tanpa mengganggu maksud puisi, oleh Toba

 

2 Responses to Kesendirian

  1. agam says:

    wah bener-bener keluaran darunnajah. alhamdulillah

  2. Woi says:

    Jadi urusan janda tanpa anak itu gimana nehhhh???!!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>