Tuhan,
aku rindu Ramadhan-Mu
dimana Kau tanduskan
tanah-tanah dosa
dalam jiwaku.

Tuhan,
aku digelitiki iri hati
kumohon dengan sangat,
bebaskan aku!

Tuhan,
aku rindu Syawal-Mu
satu hari itu,
jiwaku yang membangkai
kau harumi dengan
keikhlasan.

Hari ini dadaku sesak!
kuminta dengan sujud,
redakanlah!

Mei 2004

 

One Response to Tentang Jantungku yang Gaduh

  1. Toba says:

    Jujur aja…. gue kagum sama puisi ini. Begitu intens!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>