kita tidak sedang dalam cerita Layla-Majnun bukan?
jadi betul,
aku takkan menangis di makam-mu
sampai mengering dan kembali menjadi debu.

bukankah Majnun sangat mencintai Layla?
bahkan ia bersedia menjadi budak cinta Layla.
tidak, aku memburu mu malam ini saja.
dan malam ini, aku jenderal nya, kau kudaku.

esok pagi kutinggalkan coklat didadamu.
maaf, aku belum beli bunganya.
lain kali mungkin.

=============
Akbar Tajri

 

8 Responses to Malam Ini

  1. just visit says:

    mmmm…. kamu suka sama Layla ya? kamu tahu tak, cokelat kesukaannya??

  2. akbar says:

    maaf, ngerti diksi ga? layla disitu bukan berarti pengalaman pribadi

  3. totem says:

    Berarti layla mana yang udah kamu tinggalin cokelat itu?

  4. akbar says:

    gini, baca yang “jangan takut, baru baca ini!

  5. agam says:

    bar sumpah gw kagak ngerti diksi

  6. akbar says:

    coba tanyakan apa itu diksi ke pemilik situs gam

  7. tamu says:

    iya, salah paham :) aku tak mudah ngerti puisi neh…. tapi dari pengalaman pribadi, do you have your own Layla? ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>