tubuh mu seakan mengoda ku
pada gemulai gerak,

pada dunia yang berhenti.
kau terus berayun mengikuti degup jantung.
berbagai liang waktu kau tembus.
harapan demi harapan tiada berputus.
aliran ruang terasa cepat berganti.
tanpa ter-asa,
salju tampak indah bersama terik matahari.
banjir pada hamparan gurun-gurun.
sekumpulan daratan menggiringi air laut untuk
melupakan ikan.
sehingga awan berkedudukan atmosfir
gunung berlari panik mencari lava,
ketika sapi-sapi meminumnya.
padi-padi sawah memanen hama
kepakan sayap menarik bajak
akankah,
dunia semakin liar tanpa mu?

====
Agam

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>