sejurus mandang lautan
menengok luka yang tersisa
satu-dua uratnya masih berdenyut malu

Tak usah lambaikan tangan
tak usah ucapkan pisah
pandangi ia makin hanyut ke tengah
jauh dari dada kita

di pantai ini
kita hanyalah pelancong
yang mengagumi paduan
matahari sore dan keindahan luka

pelesiran ini jadi rutin
karena kita butuh romantisme
kita butuh menyerap keindahan tangis dan ratap
agar penyesalan malu

sejurus mandang lautan
wajahmu dan harap yang menggantung
terbingkai jelas berlumur matahari senja

================
18 Sept 2004

Tagged with:
 

3 Responses to Sejurus Mandang Lautan

  1. adjeng says:

    kalo ada temen maen ke pantai, aku suka minta dibawakan pasir…… kalo kamu sempet, bawakan juga pasir dari pantaimu ya :)

  2. pengembara says:

    Mbak, kalo mao mbangun rumah, jangan pakai pasir pantai… lagipula, lebih efektif kalo beli, ketimbang nitip sama temen yang ke pantai (gak setiap minggu kan?)

  3. adjeng says:

    aku minta pasir bukan buat bangun rumah kok. aku minta pasir dari pantai yang aku belum pernah kunjungin. aku kenalan dulu ma mereka, biar suatu hari, waktu aku ke pantai itu, mereka bisa kenal aku ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>