Seorang gadis
dengan cahaya seredup malam
datang depanku

Dengan mata berkaca
Ia muntahkan semua karat
didadanya

Dan demi duka tak terkira
menitiklah air matanya
- jernih dan murni -

Sudahlah! Wahai!
Sudahlah!
Demi langit yang menangis
dan daunan yang berguguran
mana kuat hatiku
melihatmu begitu

Bulan sembunyi lihat dukamu
Beburungan patahkan sayapnya
Demi matamu sembap dan hati yang luka

Apalagi aku!

Dalam sepoi angin menghulu
Dukamu manis nyusup ke kalbu

O, demi hatimu menyuram ungu
Kusadap semua getih dari lukamu
- kau tidak sendiri -

Tenang! Wahai!
Tenangkan hatimu
Curahkan semua air matamu
persetan mereka semua

Seorang gadis
dengan cahaya seredup malam
datang depanku
dan kubisikkan ke matanya
- kau tidak sendiri -


============
Toba.
Bandung, 14- Mei- 1999

Tagged with:
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>