Pagi yang membara
ketika kuingat lukaku
pagi tanpa embun dingin
kepalaku membentur batu

Ahh,
matahari yang pengecut
datanglah kau
keluarlah dari tata surya
masukilah kepalaku

Aku mau meledak!

Pagi yang menggelora
aku terbangun dan luka
Kehilangan demi kehilangan datang
menendang-nendang di ulu hati

Pepohonan
daun-daun kering
jatuh dan tumbang di atas kepala

Aku sudah kunyah setiap luka
sudah kukeraskan ototku
demi mengikat tiap kesedihan
dalam peti mati

Hari ini aku akan berhenti
akan kujegal tiap luka
akan kubalut tiap daging yang menganga

Pagi yang membara
pagi tanpa titik embun di ujung daun
kutantang kau!


============
Toba.
Bandung, 15/08/02, 04:50 AM

 

2 Responses to Menantang Pagi

  1. agam says:

    ba, gw jadi inget waktu kita begadang maen internet abis itu duduk di tengah2 taman ngomongin film.

  2. patkay says:

    iye..iye..sabar ba’… nyebuttt!!! huehuehuehue

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>