Buat kawanku A****

Seorang lelaki gelisah
Menapaki angin
gagah dan goyah

Dengan kepala penuh bunga mati
Ditatapnya kawan sekelebatan

Ia tidak merasa menapak di tanah
Ia berada ditamannya
Sibuk mengurusi bunga mati
sendiri

Ia terus sibuk berlari
Mengais mencari kekuatannya
Bagai dewa yang marah
mencoba bangkit
Dan kekalutan bercokol nyaman
disakunya

Dengan hati tak jelas warnanya
kukejar ia
Tapi tak dapat juga

Seorang lelaki gelisah
mengapa aku harus mengejarnya?
Bila tak kuat lagi
toh ia mati sendiri

Lebih dari itu
Aku hanya tak ingin
ia berlari dan mati sendiri


======================
Toba
Bandung, 20-Oktober-2000

Tagged with:
 

2 Responses to Ballada Seorang Kawan

  1. a**** says:

    saat itu penyampaianku sangat tertutup. Maaf… selalu menyusahkanmu

  2. ***a says:

    Bagus, jangan diulangi lagi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>