bahkan tak kurasakan manisnya gula-gula itu.
jadi kenapa kau terus bertahan dengan kalimat itu?

kukatakan sedang naikkan layang itu.
jadi kenapa harus menahan majas gula-gula mu?

kau terlalu menghakimi
aku sebagai napi remaja
yang lincah
hingga ingin terus kau cubit
karena membuatmu gemas.
tak benar masalah untuk ku.

tak ingin hati ini kau siksa.
tapi ia akan menuntutmu
di pengadilan hak asasi manusia
dengan tuduhan memenjarakan
kebebasan mempunyai perasaan mencintai.

aku curiga kau berniat begitu.

kau yakini Tuhan.
kenapa kau harus menuhankan diri dengan majas gula-gula mu?

kau percaya semua kemungkinan.
jadi, kenapa terus bertanya-tanya kapan layang akan datang?


===========================
Akbar.
2:57 PM 7/16/2003
*kau lah layang itu, kau ada, tinggal ku naikkan.”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>