Ter-untuk Dinar Rahayu

Ketika raga ini bergerak
Menusuri tapak demi setapak nyawa
Memberikan arti nikmat meracik cinta
Hamparan sengatan sel-sel darah memacu cepat terengah
menuju tulang tak berdaging bersama mengerasnya puting susu

aku tak lebih atau bahkan sekurang dari hewan
ketidaktakutan mereka untuk membunuh dan bersimbah darah

kepada jiwa ini aku bermain,
berlari dan bermain di atas mata pisau
layaknya Endymon,
bujang yang jatuh cinta kepada peri
yang hanya mengunjungi dan bercinta dalam mimpi*.
keinginan hati me-mustuskan,ketidakbutuhan perasaan
karna tidak akan guna ketika masuk menusuri kelambu kesedihan.
surga akan sempit tanpa neraka

gelembung pun berbuih
memenuhi semua lapisan organ tubuh ku
busa putih keluar dari pori-pori
menusuri kulit-kulit yang tak berdaging
aku lah jiwa ini.



Agam

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>