Hatiku terenyuh lagi
Tak ada lagi kata yang dapat terucap
Saat ini, hanya bisa diam
Sampai Menyapapun aku tak bisa

Iya, mesti ku akui
Semua yang berbuat tidak pada kodratnya
Harus menanggung semua resiko
Termasuk, aku.

Namun, saat ini ku tak tahu jalannya.
Sesekali hanya berteriak
walaupun kutau itu bukan jawabnya
“Maaf”, hanya itu yang kubisa

Mungkin, bosan kau mendengarnya
Tapi hanya itu yang kupunya
Tidak argumen, tidak pula logika
yang kuyakin keduanya tak berguna saat ini

Kucoba memutar otak
mencari solusi terbaik dan tercepat
namun, lagi-lagi buntu hasilnya
terlalu banyak dimensi yang rusak

Saat ini, Apapun itu
Berikan padaku,
biar kuterima semua
hingga tak lelah kau jadinya

“Maaf, Mungkin ini Aku Adanya”

 

3 Responses to Maafku, Kasih

  1. Toba says:

    “terlalu banyak dimensi yang rusak” Hebaat hebaaat seneng gue bacanya… “Maaf, mungkin ini aku adanya” Kalimat terakhir ini sepertinya justru membuat yang dituju kecewa (???)

  2. Rika says:

    Setiap kejadian pasti ada hikmahnya.. Dan semoga dimensi yang rusak itu bisa baik kembali,bahkan lebih.. baik lagi,jika masih berpegang pada keduanya..

  3. TOba says:

    SELAMAT ULANG TAHUN PAK!!! *** suit suit *** KAwiN eeuuyyy kaWiiNN!! ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>