Indah terpandang, itu kamu
Kenapa malaikat meneteskan sifat nya padamu
Sampai menarik hatiku karena harum mewangimu

Lupakan sengketa yang dulu, yang tercoreng
Buang peka dihati, bisikan, dan omongan yang tak bertanggung jawab
Karena sekarang saatnya hati berbicara

Dulu hanya kupandangi
Dan tak berani ku sapa cintamu
Karena aku tak ingin bekukan es dimatamu mencair
Dan ketika aku menyapa, semua itu telah lenyap
Dan aku tak tau, masih adakah cintamu yang tersisa

Terkadang aku berfikir
Buat apa tinggalkan hati untuk dicaci
Sekarang ku hanya bisa mengimpi-impikan impian
Dan mengharap-harapkan harapan
Karena dunia ku sekarang
Sudah tak bersahabat lagi dengan ku
Jauh dari kasih dan sayang

Tapi sekarang
Aku bangkit untuk menikmati semua nikmat Nya
Dan yang terakhir
Masih adakah harapan bagi si pengharap?

MaMaT
05/12/02

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>