Aku bertanya!!
Siapakah yang bisa membuka lebar bibir Aceh
Dan menjaring senyum dan menuai setetes tawa dari Negri itu!

Malam lalu, aku bermimpi
Yang tak adil bila terjadi
Pagi minggu ku-dikabari
Yang tak enak untuk dilanjuti

Di gelap malam..
Dan awan yang tak kian membisu
Dengan hati yang tak kian damai
Ku ukir beberapa bait
Demi tersenyumnya hatiku
Didaun yang bewarna putih,
Dengan tinta yang bewarna-warna

Negri Cerminan
Kenapa KAU slalu jadikan Negriku
Cerminan bagi mereka yang tak kian berfikir

Setelah KAU goyang dengan peluru
Kau siram dengan air yang bewarna merah
Tak puas sampai situ
KAU goyang dengan kuasa-Mu
Lalu KAU siram dengan Air dan Lumpur-Mu

Aku mengerti kuasa-Mu
Aku paham Ada-Mu
Sudah cukup….
Tak usah KAU goyang lagi dengan penyakit
Atau KAU siram dengan cholera
Dan negri cerminan itu-pun tak kian tersenyum

-Sebuah pengaduan terhadap KAU-

MaMaT
02:30
28/12/04

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>