aku pun sudah risih tentang jaitan itu
aku pun muak mendengar jaitan itu
kami pun lelah tentang luka
kami pun pasrah terhadap fana

luka negeri ku tak kian kering
jika tetap kau jahit dengan benang loreng
kenapa tidak dengan benang putih bersih?
Kenapa tidak kau pahami sejak perjuangan terhadap kaphe?

Apakah kau tahu santun nya?
Apakah kau paham panik nya?
Baju loreng, sepatu rakyat, jarum laras panjang!
Baret ijo, coklat, merah, kuning
Ahg…………semua kelabu!

Tak tahu kah kau,
kami merindukan sorban putih, peci bersih?
Tak tahu kah kau,
Hati kami lebih tertarik trerhadap serbuk pembangunan?

Semakin hari, luka ini pun semakin perih
Benang loreng itu pun semakin berani…
Terhadap tubuh ku!
Saudara ku!
Mata pencaharian ku!
Anak gadis ku!
Dan jaitan itu pun belum dicabut dari negeri ku.

MaMaT
10/10/04

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>