Sekarang kita berkata
waktu terus berjalan
dan semuanya mati begitu saja

seperti pohon tumbang membusuk di tanah
seperti mayat yang mengenyangkan bakteri pengurai

wajah-wajah yang dulu tertawa
dalam barisan semangat muda
semakin tua dan pudar
terpisah dalam jarak dan tanggungan

tinggal bayang buram
dalam lintasan-lintasan kenangan

aku pun tak tahu
berapa lama ingatan itu bertahan

yahh, tak ada yang abadi memang
disitulah keegoisan Tuhan
dan disinilah keegoisan kita
menuntut

selamat jalan
berlayarlah,
terus berlayar,
perhatikan arah angin,
lalui badai-badai,

kemudian tinggal doa-doa terkirim
juga harapan

===============
4:16 18/09/2005

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>