Ada tatap dibalik angin
Ada mata memicing setiap sudut gerakku
Aku menoleh…
Tidak ada siapa-siapa,
hanya dedaunan kering yang berjatuhan
namun ada bisikan lembut kemudian
“ Berikan sedikit saja..”
Tapi tidak ada siapa-siapa
Hanya hembusan angin dingin…
Padahal cuaca cerah
Lalu aku menatap langit…
Awan putih yang besar memayungiku
Ada siapakah dibaliknya
Sekilas aku melihat berpasang-pasang mata
Khayalankah?
Bisikan itu datang kembali….
Suara pria yang dingin bertanya,
“ Apa yang membuatmu terpaku?”
Kemudian aku tersadar,
Aku yang menentukan pilihan
Berjalan terus atau menunggu
Namun aku takut menunggu
Aku berjalan dengan cepat dan lebih cepat
Lalu bisikan itu datang lagi,
“ jadi itu jawabanmu? Kami kecewa..”
Namun aku tepis keingintahuanku
Dan terus pergi

 

3 Responses to Pria-pria Awan

  1. Tobaias says:

    Puisi liris yang tulus, hati rasanya seperti sungai waktu membacanya…..

    Yeah!

  2. reeko says:

    aaaawwww… kadang pilihan yang jatuh tak selalu menyenangkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>