Naya termenung pada dahan pohon yang tinggi
Angannya melambung jauh dari rumput di sekitarnya
Membayangkan adanya seorang pangeran yang datang dengan kuda putih
Tampan dan gagah berani
Tidak sadar adanya seseorang menghampiri

“Turun kau pelacur!”, seru seorang pria tua dari bawahnya.
Naya tersentak dan terdiam
Tidak ada yang lebih diinginkan Naya selain jatuh dan pingsan
Bahkan mati…

Naya membatin
Ayah mengapa kau begitu keras hati?
Mengapa kau siksa anakmu?

Namun pria tua itu memandangnya dengan keji
Dan berteriak dengan liar dalam khayal
Anak pelacur!
Akan sama seperti ibunya, pelacur murah dan hina..!!

Naya turun dari pohon
Pasrah akan rotan yang akan menghantam punggungnya yang ringkih
Dan berharap dalam hati
Terkutuklah kalian laki – laki
Karena membunuh harapan kami
Matilah kalian para ayah yang tak tahu diri
Karena mencekik impian kami

 

One Response to Naya Rindu Dendam

  1. Toba says:

    Hehehehe gileee mantebgh, gue jadi inget naskah teater…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>