“kau akan mati,saat puas akan suatu pencapaian”
kataku pada suatu kuliah umum
yang kau wariskan padaku
di kota yang dilingkung gunung.

betapa aku tergila pada kalimat itu
hanya jiwa yang kuat
mampu mengatakan itu

aku cuma tersenyum diam
bersama mata yang gelisah
takut…
jika aku tak setangguh itu

benar!
waktu memang bukan sahabat yang baik

kukatakan lagi kalimat itu
pada kuliah yang lain…

apakah kita sudah puas dengan semua yang terjadi?

sial!
aku tidak mau itu terjadi pada kita, bajingan.

bagaimana bisa kau lihat namaku seutuhnya
jika itu mati?

persis seperti kalimat itu,
“kita puas dan mati”

maaf, berulang kali kukatakan maaf pada sajak ini
telah membuatmu merasa bersalah.
hanya saja diri ini merasa malu
karena bukan sesuatu.

ketahuilah!
aku rindu…

dan sampaikan maafku pada jiwamu,
aku tidak mendengarnya…
katakan,
bicaralah lebih keras seperti biasanya.

 

3 Responses to Re : Datang juga perpisahan, semakin jelas kebodohanku

  1. akbar says:

    hehehehehehehe sori yang kekopi cuma segitu ya?? gw ga nyadar gimana cara ngeditnya bro?

  2. Toba says:

    Rupanya…. great words you wrote there…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>