tentang darah
yang mengalir dari daunan di gunung
darah dari cinta yang bertemu-paling
keraguan hati dan keinginan yang tertahan

tentang luka
yang dikandung tanah bukit mengering
luka dari pencarian akanmu
makin membusuk seperti sobekan
daging yang ditiupi angin dan debu-debu

bukit yang menjulang dipanasi mentari
diracaukan dingin hujan.
aku yang tegak dengan hati koyak-moyak
berlari diasapi hidup
diriuhkan tangisan-tangisan tentangmu

kita adalah pejalan kaki
di emperan tanah Tuhan
pejalan yang saling mencinta
dan terpisah di satu perempatan sunyi
saling terseok tersungkur memakan lumpur

tak pelak lagi
semakin jauh kita berjalan
pada arah berlawanan
hati semakin tebal atas luka
tapi tetap, jauh dalam relung-relung
gelap hati
tangisan tentangmu, tangisan tentangmu

Tentang kesunyian daunan di gunung pada siang hari
yang terus dibakar mentari
dikawani angin, dilagukan tonggeret pada pohonan
aku dan kau
juga langit yang selalu berkabut antara kita

12:26 12/03/2006

Tagged with:
 

3 Responses to Daun yang Tersungkur di Gunung

  1. ndree says:

    yeeee…lu nulis puisi lagi…. btw itu isinya ga perlu di bikin forum kan? alias di curhatin….

  2. adhie death says:

    mantap bro…2 acungan jempol buat lo………..!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>