Di balik jendela ini aku memandang gerimis
mengandaikan ragaku sepnuhnya diluar
dan merasakan tetesan-tetesan air menyentuh kulitku
mungkin panas jiwa ini akan menguap cepat

Kemudian,
memandang ke atas, ke arah datangnya hujan
memburamkan mataku yang berusaha melihat dengan jelas
membuyarkan kepribadian yang ingin kuperjelas
dan ketika kabut melanda pikiran,
Aku terpaku…
menikmati terangkatnya tanganku yang basah
mengusapkan keduanya ke wajahku
dengan penuh harap mengumpulkan kesadaran
dan memaksa diriku berlari ke dalam
duduk termenung memandang ke luar jendela
kembali mengandaikan diriku di luar

Hanya saja…
aku sudah terlanjur basah
sehingga keinginanku sedikit terbendung

 

2 Responses to Kesadaran Yang Palindrom

  1. Toba says:

    hehehehe seperti biasanya, puisi indri, ga neko-neko, ga ngotot, tapi kekuatannya berpusat pada kejujuran bahasa…

  2. ndree says:

    aaawww…..saya jadi malu….. awwwwww
    Tobaskom bisa aja,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>