Bau hujan tercium dari jauh
bercampur asap tabunan
udara jadi pekat sephia

terbayangkan masa lalu
masa kecil di tanah ini
ketika definisi beban sebatas
bermain dan larangan-larangan ibu

di kota ini
orang terus berpacu seperti kuda rabies
liur iri dan kesombongan
menjadikan manusianya anjing-anjing
turunan dajjal

kemarin Arjuna dan Gatot Kaca turun
mengajarkan ke-kesatriaan
audience bertanya: “Berapa honor menjadi seorang ksatria?”
berapa persentase buat analis ksatria?
audience mulai mendebat audience lainnya.
Masing-masing memperjuangkan agar bagiannya lebih besar
mereka terus bicara, hingga wajahnya menjadi babi.

nilai-nilai jungkir balik
curiga telah menggantikan tugas oksigen

Gerimis turun
senang rasanya hati
cuma ini yang selalu tulus
walau cucurannya telah bercampur kimia

kami terus berpacu
hingga lupa keindahan
semuanya tercebur ke dalam agenda-agenda
sampai ke titik ibu harus membuat janji
untuk bisa bertemu mahluk yang keluar dari selangkangannya

Mengenaskan, seperti di medan perang
melihat teman sendiri mati jiwanya
menjadi bangsat

Bau hujan tercium dari jauh
hawa udara yang basah bercampur tanah

terkenang kembali masa lalu
ketika beban tanah kampung ini
hanyalah kebun-kebun dan beberapa gelintir rumah
bukan tusukan beton-beton rumah kontrakan
dan real estate

Jakarta, 18:06 23/06/2006

 

One Response to Penganjingan Manusia disini..

  1. ndree says:

    ba, yg gw liat kok kayak kiamat sih.. menyeramkan euy… But it really happened

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>