tak mungkin lain
lagu itu hanya untukmu
lagu tentang ruang yang kau kosongkan
dan mimpi yang kau kacaukan

tak bisa kubayangkan yang lain
hanya wajah dan namamu
juga langit pagi yang kita lihat waktu itu

lagu itu hanya untukmu
walaupun sejarahnya sudah berlumut seperti candi
tetap untukmu

aku menangis seperti pria bodoh
meratapi kehampaan mendadak
yang kau pukulkan ke dadaku
sebangun dari tidur sore
dalam amplop putih
berisi sebuah kaset
dan dua lembar surat

ngepet benar hariku jadinya
tak percaya, kubaca berulang-ulang
sampai ku eja kata per kata
paragraf demi paragraf
tiap hari tafsiranku terus berganti
rasanya seperti mendalami
kitab suci kaum terkutuk

sudah jauh sakit itu
sudah jauh pula senang itu
tapi tetap lagu itu beralamat padamu

kesucian yang kau ludahkan ke wajahku
menjerat dirimu sendiri
sebab atas dasar itulah
aku kau campakkan

puih!
bodohnya lagi kau tetap kukejar
dan semakin sadar
kau seperti monyet
bergantungan pada segala dahan
yang dapat menopangmu
dan cepat pergi pada dahan
yang lain

monyet!!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>