Update Rabu 12 Mei 2010:

Main Tank:

  1. Membersihkan collection cup skimmer.

    .
  2. Penundaan kemarin sangat-sangat berguna, bikin saya mempelajari DSB lebih jauh lagi.


    .

  3. Ngambil akuarium refugium. Lagi-lagi pake motor…

    Image
    Untung gak pecah…

    .
  4. Ke Sumenep. Niatnya cari jabing glodok dan botana pemakan lumut. Pada akhirnya beli:
    1. Clown fish 2 ekor (@10 ribu)
    2. Anemon karpet 1 ekor (@25 ribu)
    3. Morish idol 1 ekor (@25 ribu)
    4. Unicorn 1 ekor (@30 ribu)
    5. Cacing kelapa 2 ekor (@7,500)
    6. Jabing kuning 1 ekor (@10 ribu)
    7. Sand stirrer starfish 2 ekor (@ 5 ribu)
    8. Anggur hijau 1 batu (@5 ribu)
    9. hermit crab 1 ekor (@10 ribu)


    .

  5. Testing refugium tank, ternyata BOCORRRR. Buego bener tu tukang kaca. Karena testingnya malam, dan gak punya lem, terpaksa jadwalnya besok.

    .
  6. Ngayak ½ karung pasir aragonite untuk refugium, karena setengah karungnya udah saya ayak beberapa bulan yang lalu (rencana refugium yang tertunda). Pasir disaring sebanyak 3 kali, pake saringan yang buat kelapa.

    Image
    alat-alat

    .
  7. Proses pengayakan pasir:
    1. Pertama menyaring butiran terkasar. Jumlah : 1 cup es krim KFC. Durasi 40 detik.
      Image
      Ampas proses pertama, butiran terkasar.

      Image
      Hasil proses pertama


      .
    2. Kedua menyaring hasil yang pertama. Jumlah : ½ cup es krim KFC. Durasi 20 detik.
      Image
      Ampas proses kedua, mulai halus.

      Image
      Hasil dari proses kedua.


      .
    3. Ketiga menyaring hasil ayakan yang kedua. Jumlah : ¼ cup es krim KFC. Durasi 5 detik.
      Image
      Ampas proses ketiga, lebih halus lagi.

      Image
      HASIL AKHIR.


      .
    4. Overview keseluruhan proses:
      Image

      .
    5. Pasir saya ayak berkali-kali, karena dari hasil ayakan pertama, sebagian besar butir pasir yang didapat masih berukuran 1mm (saya ukur pake penggaris).

      .
    6. Durasi waktu dan takaran didapat dari perkiraan saja. Pasir ketika wadahnya digetarkan maka butiran terhalus akan turun kebawah, dan yang kasar ada di bagian teratas. Karena saya hanya menggunakan saringan dari satu ukuran, diharapkan dengan durasi yang dipersempit hanya akan memberikan kesempatan butiran terhalus yang jatuh, sedangkan butiran yang lebih besar yang walau muat di lubang saringan, tidak ikut tersaring.

      .
    7. Takaran yang semakin sedikit diharapkan dapat memberikan hasil saringan halus lebih banyak.

      .
    8. Dari semua takaran, ampas yang dihasilkan umumnya ½ atau 1/3 dari takarannya.
      Image -> Image
      Ampasnya sepertiga atau setengah dari porsi yang diayak

      .
    9. Saya coba timbang dengan timbangan digital, biar lebih jelas. Pasir dalam 1 cup es krim KFC seberat 254 gram, ampas yang didapat 35 gram ampas pada proses pertama.
      Image
      254 gram
      Image
      35 gram


      .
    10. Dengan proses ini, dari satu karung pasir didapatkan kurang lebih ½ atau kurang pasir ayakan terhalus dibawah 1mm.


    .

  8. Anggur hijau di ‘karantina’ di tank lama. Dengan cara diapungkan menggunakan divider net sehingga lebih dekat ke sumber cahaya. Dan diletakkan didepan selang return pump.
    ImageImage
    Liat kotak merah, tadinya anggur hijau diletakkan disitu menggunakan net karantina (gbr kanan). Gak sempat foto waktu itu.

    .
  9. Dua ekor cacing kelapa di karantina di ‘sump’ tank lama. 

    .
  10. 11.00 malam. Karena tank karantina sudah penuh, maka nemo dimasukkan ke Main Tank. Sebelumnya dilakukan fresh water dip, dengan aerator dan diberikan Mardel Coppersafe ½ tutup botol selama 12 menit.

    .
  11. Sementara clown di fresh water dip, saya membersihkan karang yang akan jadi tempat anemon karpet, dengan cara mengeluarkannya dari main tank, dan disikat dibawah kucuran air wastafel. Aroma laut tercium sangat kuat dari karang tersebut.

    .
  12. Proses masuknya anemon karpet dan clown fish:
    1. Setelah melewati aklimasi suhu dan air, anemon karpet pun dimasukkan ke tempatnya diatas karang yang baru dibersihkan tadi. 

      .
    2. Supaya dia bisa nyaman di tempat yang saya mau itu, sengaja saya nyalain lampu main tank, dan wave maker nano Resun yang keluarannya lembut saya arahin langsung ke arah anemonnya. 

      .
    3. Pertama saya pegangin tuh anemon biar dia nempel di karang (saya pake sarung tangan karet), tapi gak mau. 

      .
    4. Akhirnya saya matiin semua arus dan pompa, sehingga air tenang, dan saya gak perlu megangin tuh anemon. Dengan lampu tetap menyala, selama beberapa menit dibiarkan, akhirnya dia mulai nempel. 
      Image
      tampak depan
      Image
      tampak samping

      Anemon karpet mulai settle, walau masih kuncup.

      .
    5. Ada yang aneh, dari mulutnya keluar selaput yang menggelembung seperti permen karet. Sempat membesar, tapi kemudian mengecil kembali dan hilang (sayang gak sempat foto, karena kejadiannya tidak begitu lama..

      .
    6. Supaya dia makin nyaman ditempatnya clown pun saya masukin. 

      .
    7. Ternyata Clown mabok berat setelah keluar dari fresh water dip. Dua-duanya terlihat disorientasi. Berenang keliling akuarium, tapi nabrak-nabrak karang dan kaca. This makes me worry.

      .
    8. Setelah sekian waktu, clown yang lebih gemuk Cuma diam diatas pasir. Clown yang lebih kurus masih terus keliling dengan gaya berenang seperti ngangguk-ngangguk, kepalanya naik-turun (berenang ciri khas clown fish tapi parah).
      Image
      Keliling-keliling mabok
      Image
      Yang ini kayaknya maboknya gak rese :lol: 


      .
    9. Lampu dimatiin untuk mengurangi stress nya clown.

      .
    10. Setelah lewat 2 jam. Clown yang berenang ngangguk-ngangguk mulai ‘tinggal’ di anemon karpet. Sedangkan yang di pasir, masih diem aja, Cuma pindah tempat. Pas paginya baru kedua clown sudah bermain-main di anemon.
      Image
      akhirnya akur juga, dan lega melihat clown baik-baik saja.


    .

  13. Dua ekor bintang laut pasir saya taruh di sump, di chamber pompa return pump. Dengan pertimbangan disitu lebih kosong.
    Image

    .
  14. Hermit crab ditaroh di main tank.

    .
  15. Jabing
    Image


Quarantine Tank:

  1. Hari ini dua L 6 sehat wal afiat, berenang gesit dan makan rakus.

    .
  2. 11.30 malam ditambahkan knee paralon 3” mengingat akan ada penghuni baru.
    Image

    .
  3. Ditambahkan Morish Idol dan Unicorn. Unicorn dan Morish Idol masuk dalam keadaan stress berat, badan unicorn udah pucat dan warna nya gak karuan, maka dari itu tidak dilakukan prosedur fresh water dip.
    Image
    Unicorn stress berat.


Adverstisement

Office: Rasuna Office Park 1 Blok io-10 JL. HR Rasuna Said Jak-Sel 12960

Tagged with:
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>