Update Sabtu 15 Mei 2010:

Main Tank:

  1. Penampakan pertama jabing, bengong dibawah karang besar menghadap muka main tank.

    .
  2. 02.00 pagi. Pemasangan refugium, baru ada waktu jam segini. Ya ngerjain malam-malam lebih enak, tenang.
    1. Dari kemarin sore, air laut simpanan di dua jeriken di aerasi, untuk menaikkan PH.

      .
    2. Pengetesan refugium tank, dan sudah tidak ada kebocoran lagi.

      .
    3. Merakit lampu, rumah lampu, kabel, dan colokannya. Kemudian di test dulu sebelum dipasang. 
      • Pemasangan rumah lampu beserta kabelnya. Rumah lampu disekrup ke atas.

        .
      • Kabel disambung menggunakan terminal kemudian dibalut selotip hitam. Sedangkan kabel yang menjulur menuju sumber listrik, di tempel menggunakan double tape tebal, 2 kali. 
        - Double tape ditempel ke kayu, 2 baris. Kemudian dikupas lapisan penutupnya.
        - Kabel ditempelkan pada double tape yang sudah menempel. Dan diberikan double tape lagi untuk menahan kabel tersebut. Lem double tape ketemu lemnya lagi dapat merekat sangat kuat. Yang dikhawatirkan adalah kekuatan sisi doble tape yang menempel ke kayu, untuk mengatasi hal ini dibuatlah dua baris double tape supaya saling mengimbangi dan mengurangi beban keduanya.

        .
      • Foto-foto:
        Image
        Image


      .

    4. Menandai batas 10 cm pada refugium tank dengan spidol.

      .
    5. Mulai memasukkan pasir ke dalam refugium tank, dan ternyata kurang 1 cm.

      .
    6. Ngayak pasir lagi sebanyak ½ ember adukan. Kali ini hanya dua kali proses. Tahap pertama yang tadinya 40 detik, dibuat 10 detik dengan 1 cup penuh. Dan tahap kedua jadi 5 detik dengan ½ cup. Kehalusan yang didapat tidak beda jauh dengan proses sebelumnya. Hanya saja ampasnya jadi lebih banyak.

      .
    7. Memasukkan refugium ke tempatnya. Mengisikan pasir sisanya. 

      ***Mungkin ada yang bertanya bagaimana bisa mengangkat akuarium yang penuh pasir (berat, karena pasir halus jadinya lebih padat). Itu karena saya copot hambalan dari lemarinya. Langsung saya set di lantai, hambalan/penyangga tank, styrofoam, dan tanknya. Dengan begini bisa aman diangkat kemana-mana tanknya.
    8. Meratakan pasir.

      .
    9. Memasukkan air hingga 1 cm diatas permukaan DSB. Dengan cara air di siphon, dan diatas pasir diberikan piring untuk meredam air yang masuk biar gak ngacak-ngacak pasir. Cara ini berhasil baik, karena susunan pasir tidak berubah, dan air tidak begitu keruh, hanya beberapa pasir yang sangat halus terlihat mengambang di permukaan.

      .
    10. Kemudian menambahkan 1 mangkuk kecil pasir dari DSB tank lama yang terlihat sudah banyak cacing dan infauna nya. Pake mangkok supaya menjaga pasir tetap basah. Link cara memindahkan pasir dari DSB yang sudah established : 
      Image
      Udah ditebalikin mangkoknya masih juga gak mau jatuh pasirnya, akhirnya dikerok dalam posisi mangkuk terbalik. 

      .
    11. Menambahkan air hingga sebatas sock drat tempat keluarnya air. 
      Image
      Sukur gak keruh airnya.

      .
    12. Memasang paralon ¾ untuk ekstensi pembuangan air ke sump, tanpa lem. Sementara ini air dialirkan ke chamber sump kedua, yaitu chamber skimmer. Supaya kalau ada kotor bisa langsung diskim.

      .
    13. Memasang pump untuk input air ke refugium di chamber ketiga sump (return pump) untuk mengalirkan air ke refugium melalui selang elastis.
      Image
      Lihat selang hitam yang di belakang.

      .
    14. ’Meng-off-kan’ Auto top up, supaya ketika refugium diaktifkan, bisa diketahui berapa air laut yang berkurang karena dipompakan ke dalam refugium.

      .
    15. Mengaktifkan semuanya. Langsung diketahui air yang berkurang karena dipompakan ke dalam refugium, dan langsung ditambahkan sejumlah itu. Lampu dinyalakan, sebagai bagian dari testing.
      Image

      .
    16. Thanks god semuanya berjalan dengan baik, bahkan paralon yang disambungkan tanpa lem pun tidak bocor (dari beberapa kali main paralon, sepertinya kunci supaya tidak bocor walau tanpa lem adalah pemotongannya harus rapih rata, tidak miring-miring).

      .
    17. Rencana ganti lampu phillips tornado 15 watt dengan lampu ulir megaman yang 10.000k


    .

  3. Brown algae sepertinya tumbuh ke tahap berikutnya, sekarang tampak seperti mempunyai cabang seperti pohon. Kemungkinan karena kadar phospat yang tinggi. Sekarang ini saya masih pake air tanah buat top up nya, lagi ngumpulin duit buat beli mesin RO.
    Image
    Brown algae mulai memiliki ruas batang

    .
  4. Clown semakin rakus makannya.

    .
  5. Mulut anemon masih terlihat membuka sampai hari ini. Kenapa ya? Apa memang seperti ini anemon karpet. Sebab saya pernah baca (lupa dimana), bahwa mulut membuka adalah tanda-tanda anemon tidak sehat.
    Image

    .
  6. Dicoba memberikan makan pellet Marine S buat anemon. Dengan cara mengarahkan pipa yang untuk power head ke mulut anemon dan mengalirkan butiran pelet melalui pipa. Terlihat anemon bereaksi dengan menutup bagian mulutnya rapat-rapat, bahkan clown pun yang berusaha ‘masuk’ untuk mengambil pelet itu tidak dapat menembusnya. Sepertinya dimakan, semoga saja.

    Image
    Tampak depan. Menutup setelah diberikan pelet

    Image
    Tampak samping


    .
  7. Jam 10 malam. Setelah melihat air refugium jernih, dan saya test ammonia 0 mg/l (sera), saya pindahkan anggur hijau dan dua cacing kelapa ke dalam refugium. Dan lampu dinyalakan.
    Image
    Image


*Pertanyaan:
- Apakah cacing kelapa akan baik-baik saja kalau saya nyalakan lampu refugium 24/7 jam?
- Kenapa mulut anemon karpet terbuka seperti itu?



Quarantine Tank:

  1. Morish ditemukan mati. Tidak jelas apa sebabnya, karena dari hari-hari sebelumnya tidak ada tank mate yang melakukan bully terhadapnya, dan diketahui juga sudah mau makan sawi. Apakah karena penangkapan menggunakan racun?
    Image

    .
  2. Ganti air sebanyak 30%

    .
  3. Algae mulai terlihat di kaca tank karantina.

    .
  4. Unicorn masih sering ngumpet.
    Image


*Pertanyaan:
- Betulkah Morish harus dipelihara lebih dari dua ekor (berkelompok), supaya dia tidak stress?

Adverstisement

Office: Rasuna Office Park 1 Blok io-10 JL. HR Rasuna Said Jak-Sel 12960

Tagged with:
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>