mawar hitam yang terpapar
di depanku
merekah dalam bisikan lembut

kusapu
rintik embun di kelopaknya
dengan tatap dan gelap malam

duri-duri sejarahnya
menusuk halus ulu hati
menimbulkan letup-letup cemburu

mawar hitam yang terpapar
penuh senyum
menjadi monalisa tanpa pigura

dan misteri semakin dalam
pada kulitnya yang berbalut
bias jauh lampu hotel

aku akan menghisapnya
memberi sekecup kasih pada putiknya
dan ia merintih menyanyikan cinta
kidung rindu pada pejantan
sedang aku mabuk dalam bibit madu
dan tersumbat pesona

mawar hitam yang terkapar
aku bergumul di dalamnya
menggeliat dalam pesta sari bunga
lantas menatapnya,
menatapnya

mawar yang merelakan
lebahnya terbang
untuk kembali
bila
dan hanya bila,
takdir tertulis demikian

Adverstisement

Office: Rasuna Office Park 1 Blok io-10 JL. HR Rasuna Said Jak-Sel 12960

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>