dan Tuhan,
pada pertemuan gerigi dunia
aku berdiri
hidup menjadi keberuntungan
karena belum juga mati

dan Tuhan,
di tengah keramaian itu
aku gemetar melihat wajahMu
sedang manisnya dosa berleleran dari mulutku

dan Tuhan,
Kau terlihat besar,
semakin besar,
semakin membesar,
aku mematung bagai bocah di puncak gunung
memandang dunia.
MemandangMu

Segala keramaian hilang
hanya ada ruang gelap, aku, dan Kau

Mulutku menganga,
dosa segar membanjiri rahang dan leherku.
Terkesiap.

adakah Kau
membunuhku sekarang?

Tagged with:
 

2 Responses to dan Tuhan,

  1. nazla says:

    nice!

    goenawan muhamad ada blognya tau? blognya neat banget, membuat gue tergoda untuk ganti leyot lagi

  2. nyenius says:

    Iya gw liat, asiklah dpt bacaan baru. ^^!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>