Suatu saat nanti
Kau menikah
Dan semuanya pun sudah

Romansa-romansa menjadi percik kecil
Tentang senyuman, gurau, kesenangan saat jumpa
Atau mungkin penyesalan yang entah apa

Suatu saat nanti
Kau akan melabuhkan hidupmu
Menarik sauh bersama entah siapa

Dan senyummu
Tawa cerdasmu
Kembali cukup kubelai dari
Balik kaca

Suatu saat nanti
Pada masa yang entah kapan

Tapi dada ini berdentuman sekarang
Menyesal dan sedih seketika

Perpisahan menghembuskan baunya
Dari jauh-jauh hari
Memberi panjar dari gundah
Yang kubeli

Ah itu,
Kau melambai dari perahu
Bercucur airmata sedih dan bahagia

Kita tahu
Perpisahan telah lahir
dari jemari kita yang bertemu
waktu awal jumpa

Perahu menjauh,
Dan aku menangis

Tagged with:
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>