I

langit,
dan angin malam
hembusi seluruh jiwaku

menguak sejarah tahunan
lampau
galau purba datang bersamanya
menyelimutiku penuh seluruh

Dan angin bercerita
tanpa diminta:

II

Kenapa tak mengerti juga,
aku mencintaimu
menginginkanmu

dinding yang kau sodorkan
menghantam penuh dera
sedemikian takutnya
kau pada cinta?

"Dibaliknya ada luka", katamu

Oh, mata yang merenung itu
bibir yang mengatup tertahan
menyerap seluruh energi hidupku
menyerpihkannya

aku akan berbuat,
aku akan bertindak,
cukup katakan ya.

kau menunduk
matamu menjadi garis misteri,
jemarimu menarikan ragu
dan cintaku meradang dalam

Itulah,
saat kepura-puraanmu memuncak
kau tengadah, tersenyum lirih
"Kau takkan meninggalkanku?"

"Tidak."
Terucap dengan sepenuh diriku
sepenuh cintaku

III

Hari-hari berganti,
satu per satu kemudian mati

Malam-malam bersamamu
menjadi keemasan
sebuah panggung megah para kaisar

Aku bahagia

IV

Sebuah senja

Sepucuk surat darimu,
dan semuanya selesai.

V

Malam-malam penuh mimpi buruk
Energi hitam meraja

Segalanya kutabrak
Sedih ini terlalu kuat

Sebuah mimpi,
Aku duduk di kereta dengannya
dan kau menyusul
duduk bersandar padaku.

VI

"Aku terus mencarimu,
pada tiap rangkulan pria"
Katamu pada selembar kertas

Dadaku membara
ada sedih dan sukacita

VII

Sebuah telepon berdering
"Aku tak bisa teruskan jalan kita"
Ucapmu ragu seperti biasa

Sekali itu,
sekali itu sayangku,
Aku bisa bulat membuangmu
merobek semua catatan tentangmu

Sekali itu,
setelah tahunan lamanya.

VII

Dan angin malam tertawa
melihat kenang yang mencekam

Salahku

menaruh catatan sejarah
pada langit malam

 

====
3:43 am, 11/5/2011

Adverstisement

Office: Rasuna Office Park 1 Blok io-10 JL. HR Rasuna Said Jak-Sel 12960

Tagged with:
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>