Posts In Category Dedicated
Lembaran Baru
on January 17, 2009 by beep in Beep, Comments (1)
mata ini tertutup dengan lelap kulalui hariku yang indah dengan hadirmu disisi menemaniku, hingga jenuh menjauh meski kau tak terjangkau namun sayangmu kurasa meski kau tak disini namun senyummu kulihat sayang… maafkan aku tak bisa menemanimu aku mohon padamu terima hatiku pegang erat ucapku jaga cintaku karena kekal yang kumau aku sayang padamu sampai rembulan [...]
sedih
on by beep in Beep, Comments (0)
malam ini… aku merasa sedih… entah mengapa yang kurasa hanya sepi menari… dan tak berhenti yang kulihat hanya hampa tanpa rasa yang kudamba malam ini… aku merasa sedih… dalam dada penuh sesak tanpa jiwa yang bergejolak hari indah yang kuharap seolah tak mengghadap kearahku… malam ini… aku merasa sedih… dengan [...]
Umpatan Cinta
on April 20, 2008 by Layla in Dedicated, Layla, Comments (0)
Heh! Kamu fikir hatiku batu? Diserbu rayu setiap hari setiap waktu Tak mempan malah berpental?? Sialan! Lama lama aku juga bisa jatuh cinta tauk! Bisa luluh dalam sendu tatap matamu saat mengkhawatirkan sedihku Bisa runtuh ego dan angkuhku Dengan kalem tapi pedasnya sindirmu Bodoh! Bodoh! Bodoh! Sekarang kenapa kamu malah diam saja? Ayo geraaak! kalau [...]
SUKHERLI
on by Layla in Dedicated, Layla, Comments (0)
Ramadhan tahun lalu kita bertemu. Aku bersama lelaki itu berjalan di trotoar pusat perbelanjaan, kamu cengar-cengir dan kita pun berkenalan. Tanpa kamu tahu, anak muda itu baru saja menghiburku dari patah hati yang menyakitkan. Ramadhan tahun ini, kita bertemu lagi. Mengejutkan! Aku berdiri di depan sebuah toko dengan lelaki yang sama, yang kamu lihat tahun [...]
eLang
on by Layla in Dedicated, Layla, Comments (2)
Langitku, kau kata “bodoh” untuk pertanyaanku saat itu; “mungkinkah mati jawaban semua keresahan??” Kau benar. Tak mungkin kucari jawaban hidup ketika aku telah mati. Mati adalah pertanyaan lain dalam hidup. Bantu aku untuk mencari jawabannya dengan kehadiranmu dan kasih sayang yang selalu kau panjatkan dalam doamu, yang katamu, setiap malam. =============== (19 Jan’04 ;22.30)
Fleur
on October 15, 2007 by Rumi in Dedicated, Rumi, Comments (0)
Mawar yang mekar dihadapanku layu mati karena ku tak rawat tak siram dengan ketidakpedulianku terhadap segala sesuatu yang harusnya ku siram dan ku pupuk dengan curahan air dan hara yang seharusnya kupunya tapi tak kupunyai karena memang aku ini kering Kenapa kau mintakan dariku sikat mawar padahal kau tahu aku ini gersang tak ada hujan [...]
Kereta Takdir
on September 16, 2007 by ndree in Dedicated, Ndree, Comments (0)
Terlampau cepat kau melaju.. Hingga jiwaku terurai oleh kencangnya angin berhembus. Buyar sudah harapan dan mimpi Semua sahabat dan orang terkasih menghilang sekelebatan mata Aku tetap terbawa dan tak dapat berhenti Tak ada lagi pikiran statis untuk merenung Tak dapat lagi kusesali serpihan-serpihan yang telah menghilang Hanya berharap kereta ini berhenti Entah di kaki langit [...]
Bau Kaki
on July 8, 2007 by Rumi in Dedicated, Rumi, Comments (0)
dalam deru geram mesin manusia dalam deru redam rintih manusia ada ….. mengambang dalam nafas tembus malam arungi siang kalau ingin dengar buka mulut kalau ingin bicara buka telinga dan dunia terombang terbalik terambing terbolak dalam satu telapak kaki bau milik populi
Ego dalam kubik
on June 30, 2007 by ndree in Dedicated, Ndree, Comments (0)
Kalimat yang terlontar hari itu.. seharusnya tak pernah kuucapkan. Sungguh buruk akibat yang kusebabkan karenanya. Terkurung… Tak mampu bergerak bebas… Nafasku nyaris tak bersambut dengan udara bebas Aku tertipu… Hanya karena terbuai oleh hukum medan magnet, aku lupa diri. Bahkan otak kiriku menjadi bebal. Kakiku yang sudah terbiasa mampu menumpu beban, kini menjadi lemas bergantung. [...]
kelu
on June 15, 2007 by beep in Beep, Dedicated, Comments (0)
kegelapan hinggapi diriku bibirmu tak lagi bicara namamu tak lagi disebut rasa rindu tanpa balas dan membuatku tak berarti kau yang membawaku kesana dunia penuh makna dan warna akankah tetap bermakna tanpa senyummu masihkah berwarna tanpamu lautan air mata seakan tak berarti dapatkah kau kembali… penuhi hidupku dengan canda, impian dan harapan realita kehidupan yang [...]
Menyimpulkan Roscoe Pond
on May 24, 2007 by Overdrie in Dedicated, Overdrie, Comments (0)
sudahlah, jadi mahluk pragmatis saja tak perlu pusing-pusing dengan yang absurd yang paling kongkrit dari yang absurd itu hanya “cinta” dan yang paling kongkrit dari cinta itu “nafsu”
Jadilah
on by Overdrie in Dedicated, Overdrie, Comments (0)
jadilah seniman, nak!orang yang memberi arti pada pemaknaan dan pengetahuan.jadi apa sajalah!yang penting seniman.tapi sebentar…jangan jadi polisi juga, ya!polisi itu,filsuf bukan,ilmuwan bukan.�
