Posts In Category Layla
Umpatan Cinta
on April 20, 2008 by Layla in Dedicated, Layla, Comments (0)
Heh! Kamu fikir hatiku batu? Diserbu rayu setiap hari setiap waktu Tak mempan malah berpental?? Sialan! Lama lama aku juga bisa jatuh cinta tauk! Bisa luluh dalam sendu tatap matamu saat mengkhawatirkan sedihku Bisa runtuh ego dan angkuhku Dengan kalem tapi pedasnya sindirmu Bodoh! Bodoh! Bodoh! Sekarang kenapa kamu malah diam saja? Ayo geraaak! kalau [...]
SUKHERLI
on by Layla in Dedicated, Layla, Comments (0)
Ramadhan tahun lalu kita bertemu. Aku bersama lelaki itu berjalan di trotoar pusat perbelanjaan, kamu cengar-cengir dan kita pun berkenalan. Tanpa kamu tahu, anak muda itu baru saja menghiburku dari patah hati yang menyakitkan. Ramadhan tahun ini, kita bertemu lagi. Mengejutkan! Aku berdiri di depan sebuah toko dengan lelaki yang sama, yang kamu lihat tahun [...]
eLang
on by Layla in Dedicated, Layla, Comments (2)
Langitku, kau kata “bodoh” untuk pertanyaanku saat itu; “mungkinkah mati jawaban semua keresahan??” Kau benar. Tak mungkin kucari jawaban hidup ketika aku telah mati. Mati adalah pertanyaan lain dalam hidup. Bantu aku untuk mencari jawabannya dengan kehadiranmu dan kasih sayang yang selalu kau panjatkan dalam doamu, yang katamu, setiap malam. =============== (19 Jan’04 ;22.30)
Aku Suka Sama Kamu
on October 21, 2004 by Layla in Dedicated, Layla, Comments (10)
Teramat sulit berkata itu Karena kakunya dinding sekitarku Penuh dengan pertimbangan Interpretasi Kekhawatiran Padahal aku hanya ingin bilang A k u s u k a s a m a k a m u Meski tak maksud kuingin lahirkan Benihmu dari rahimku ================= Adjeng. (15 Des 03; 10.20a.m.)
Orang Bilang
on by Layla in Dedicated, Layla, Comments (0)
Orang bilang perempuan butuh kepastian Tak suka diombang-ambing dalam ketidakjelasan perasaan Hitam atau putih biarlah datang Asal jangan abu-abu Kemarin di telpon perempuan itu bilang Bahwa keraguan atas perasaan yang kau simpan tak pernah ia rasakan Sumpah mati ia yakini Bahwa kau memang menginginkannya Tapi tadi pagi ia datang sambil sesegukan Katanya ibunya tak suka [...]
Calon Suamiku
on by Layla in Dedicated, Layla, Comments (9)
Ibu, kenalkan ini calon suamiku. Usianya dua puluh satu kurang Empat bulan sepuluh hari Ibu, ini calon suamiku. Masih kuliah, tingkat tiga, Entah kapan dia pakai toga Ibu, dia belum punya pekerjaan Tapi dia keras kepala, Menggodaku dengan ungkapan-ungkapan Cinta Ibu, mungkin ia belum punya uang Bahkan untuk sedikit mahar Tapi dia keras kepala, terus [...]
You Puzzle Me!
on by Layla in Dedicated, Layla, Comments (0)
Tersudut antara takjub… Akan ia yang –seolah- tanpa takut Menghampiri sang aku Menawarkan segelas anggur kebahagiaan (hmm…sepertinya menyenangkan!) dan juga ada ragu… benarkah ia begitu?? Mungkin ia hanya bocah kecil yang melihat gula-gula Dan merasa itu cinta Padahal manis sesaat, Lalu hilang saat ia bermain layang-layang ======================= Layla. (06/07/03)
Tuhan, Izinkan Aku Amnesia
on August 8, 2004 by Layla in Dedicated, Layla, Comments (5)
Dari ingatan tentang dia, laki-laki pecinta buku persis seperti diriku. Dari ingatan tentang dia, laki-laki penyuka seni persis seperti yang aku cari. Dari ingatan tentang dia, laki-laki yang bercita-cita menjadi ayah yang baik. Persis seperti penggenap kekosongan hatiku yang nyaris mati Dari ingatan tentang dia, laki-laki penyubur mesjid, sosok imam keluarga yang aku damba. Dari [...]
Kembar Siam
on by Layla in Dedicated, Layla, Comments (0)
Elang, Aku menyukaimu seperti aku menyukainya Aku ingin bersamamu seperti aku ingin bersamanya Aku ingin menyayangimu seperti aku ingin menyayanginya Aku ingin melindungimu seperti aku ingin melindunginya Aku ingin tersenyum untukmu seperti aku ingin tersenyum untuknya Aku ingin menangis untuk dukamu seperti aku menangis untuk dukanya Aku akan mendoakanmu seperti selama ini aku mendoakannya, Kufikir, [...]
Menawar Tuhan
on by Layla in Dedicated, Layla, Comments (0)
Ibu, semalam aku menangis ketika seseorang yang aku sayang memintaku pergi Ibu, engkau pasti berkata “Allah tahu yang terbaik bagi hambaNYA, Nak” aku tahu, ibuku sayang tapi boleh ‘kan aku tetap berdoa agar ia yang terbaik untukku itu?? (4 Februari 2004, 07.45)
Perceraian
on by Layla in Dedicated, Layla, Comments (0)
Aku benci perceraian kalian Ketika engkau terbaring lemah kesakitan Aku tak bisa apa-apa Karena bermil-mil jauhnya jarak kita Aku benci perceraian kalian Ketika kakimu bengkak, tak ada yang mengusapnya dengan air hangat Karena tak ada juga benihmu yang peduli Selain aku yang sayangnya tidak menyukai Perempuan yang mengaku istrimu itu Aku benci perceraian kalian Ketika [...]
Berhenti Bicara Cinta
on by Layla in Dedicated, Layla, Comments (3)
Berhenti Bicara Cinta Sssssttttttttt………. Sudah, diam!! Sungguh, aku lelah.
