Posts In Category Rumi
Fleur
on October 15, 2007 by Rumi in Dedicated, Rumi, Comments (0)
Mawar yang mekar dihadapanku layu mati karena ku tak rawat tak siram dengan ketidakpedulianku terhadap segala sesuatu yang harusnya ku siram dan ku pupuk dengan curahan air dan hara yang seharusnya kupunya tapi tak kupunyai karena memang aku ini kering Kenapa kau mintakan dariku sikat mawar padahal kau tahu aku ini gersang tak ada hujan [...]
Bau Kaki
on July 8, 2007 by Rumi in Dedicated, Rumi, Comments (0)
dalam deru geram mesin manusia dalam deru redam rintih manusia ada ….. mengambang dalam nafas tembus malam arungi siang kalau ingin dengar buka mulut kalau ingin bicara buka telinga dan dunia terombang terbalik terambing terbolak dalam satu telapak kaki bau milik populi
Aku dan Penghujung Malam
on October 27, 2006 by Rumi in Dedicated, Rumi, Comments (0)
Malam akhir ini terasa angin enggan bertiup kalaulah aku tak bisa katakan janganlah pintu kau tutup tak kau lihat bahwa aku menunggu di ambang pintu kau usir aku dengan pintu yang dibanting Penghujung malam t’lah mampir mengetok pintu dan t’lah ucapkan salam tak usah didengar jawab dariku masuklah kau dan ceritakan padaku kisah cucu Adam [...]
Ke”AKU”an.
on July 4, 2006 by Rumi in Dedicated, Rumi, Comments (0)
Lepaskan segala kata itu jangan ikat diri dengan kalimat itu biarkan jiwa bebas menari dalam pusaran yang berpusar pada sumber segala kata Kata Akulah yang mengikat dirimu lepaskan seluruh kalimat dari “aku” “kamu” dialah dualitas itu bukan ke-Tunggal-an seperti yang dikira Masih bergunakah kata aku bagi lilin yang menghadapi pelita semesta ini bagi segala hewan [...]
Hening
on March 29, 2006 by Rumi in Dedicated, Rumi, Comments (1)
Hening ini mempunyai sejuta makna yang berdiam di dalamnya bisu tampaknya tapi dia sebenarnya ribuan kata Segala kemagisan ini mengejewantah dalam hening Kata apa? hening suara apa? Bisu Dengar apa? Sunyi Merasakan apa? ….. Mawar merah mekar dalam hening gincu merah bibirmu, mengecupku dalam sunyi tak perlu berkata karena hening itu bermakna Cinta.
A
on March 19, 2006 by Rumi in Dedicated, Rumi, Comments (0)
jikalau hati ini tak kenal derita senangkah ia? Tertawakah ia? Jikalau hati ini selalu bersama bahagia bosankah ia? Jenuhkah ia? Jikalau hati ini tak kenal bahagia sedihkah ia? Pilukah ia? Jikalau hati ini selalu bersama derita meranakah ia? Berontakkah ia? Apakah derita dan bahagia itu beda? Ataukah satu dengan wajah berbeda? Bermusuhankah mereka?Yang tahu hanya [...]
Sujud Rindu
on January 14, 2006 by Rumi in Dedicated, Rumi, Comments (1)
Tabir malam menghampiri menganyam tali rinduku pada tahmid kidung kudus yan berserak terberai kumerajuk dalam sujud rinduku menyitirkan sajak, untukku tentang takbir yng terasing terjajah dalam terali ini terali dalam temali nafsu kami Sujud rinduku, padanya
Jadilah
on December 3, 2005 by Rumi in Dedicated, Rumi, Comments (2)
“Kun” dalam genggamNya kuharap cinta mengejawantahkan dirinya padaku menjadi sajadah dalam sujudku “Kaf dan Nun” dalam cintaNya kuhidup dan terus menerima tulisanNya ketika bahagia dan duka karena Dia sendiri itu cinta “Kun” Kau Musthafa dan Musa cinta “Kaf dan Nun” memberi Ibrahim dan Isa sayang “Kun,Kaf dan Nun” mensipta Hawa untuk Adam “Kun” biarkan diriku [...]
Tak Bicara
on December 2, 2005 by Rumi in Dedicated, Rumi, Comments (0)
Aku kehilangan kata tak bicara bisu malamku (kenapa selalu malam?) kini aku diam
Dalam Kelam
on by Rumi in Dedicated, Rumi, Comments (0)
Gelap, karibku kau tahu siapa itu cinta? tetanggamu? Kemarin, dalam kelam dia menyapaku kutanya “kau siapa?” “aku cinta.” Gelap, karibku mimpiku, tentang seseorang (dia cantik dan manis) dia bertanya padaku “Kau terima pesanku?” “pesan mana, siapa yang membawa?” “Cinta.” Jawabnya singkat Gelap, karibku dalam kelam ada bintang, rembulan tapi kelamku sendiri dia sepi (tak berkawan [...]
Jangan Kau
on November 12, 2005 by Rumi in Dedicated, Rumi, Comments (1)
Bila suaramu merdu laiknya bidadari jangan bernyanyi di hadapku karna aku tuli bila matahari cinta padamu jangan kau di sini aku takut pada cahyanya jangan ajari aku melantunkan kisah ini biarkan hujan yang merajutnya menulisnya dalam genangnya hilang saat matahari ada dan dia kasihmu Jangan kau pergi jangan kau di sini
Gelap
on August 10, 2004 by Rumi in Dedicated, Rumi, Comments (0)
Sunyi merayap dalam hening baik dalam diri baik dalam ramai kabut gelap sunyi merubungi hati Bah… kenapa harus sunyi Kepalaku pun terilhami Apa karenanya cinta hadir Apa mungkin sunyi yang menghadirkan rindu Walaupun kubisa jujur Sunyi mendatangiku dan memberikanku… akan cinta Girat-gurat wajah sang kekasih terlukis dalam sunyi Tertidurku dalam sunyi
