Posts In Category Puisi Katarsis Nyenius
Kalau Kau Tanya Masa Lalu Padaku
on August 25, 2009 by nyenius in Puisi Katarsis Nyenius, Comments (0)
kalau kau tanya masa lalu padaku kujawab: sudah tak ada tapi kalau kau lihat masa lalu pada tanganku ia akan menyingkat cerita puluhan tahun hidupku 25 aug 2009 1:38 am
Bertahanlah
on July 10, 2007 by nyenius in Puisi Katarsis Nyenius, Comments (1)
Bertahanlah Ketika semua yang tampak penting meninggalkanmu Bertahanlah Ketulusan akan terus dikupas Dengan perpisahan Dengan kemustahilan Tengok sejarah Siapa yang tercatat? Apakah mereka yang pergi Atau dia yang bersimbah pada pegangan Ketulusan Adalah buah yang harus dibuka kulitnya Berduri, ataupun keras. Kemurnian adalah pucuk mawar Penuh duri tangkainya Bertahanlah —————— 09/06/2007; 11:56
Pelayar yang Tertipu
on by nyenius in Puisi Katarsis Nyenius, Comments (0)
Dan sukses pun diraihnya Rasa puas lantas menikam perlahan Merobek jiwa yang susah payah disusun Tiang kemudi dilepas Tangannya sibuk mengacungkan kemenangan Perahu oleng mengarah karang Kompas tak lagi ditilik Matanya berbinar natapi langit Dengan sorot lega Barat dan timur tak terjaga Pelayaran berbelok arah dengan halus Dikira angin berpihak padanya Padahal angin hanyalah angin [...]
Ya, Dan Biarkan Penari itu Menari
on by nyenius in Puisi Katarsis Nyenius, Comments (0)
Ya, dan biarkan penari itu menari Di depan kita dengan secarik kain Yang nanti pun lepas Aku jadi muak Berada disini menyaksikannya Pada setiap gerak ada harapan akan uang Nafsu berganti kasihan Tidak adakah hal lain? Ya, dan kau pun tertawa Menggerayangi yang lainnya Aku pun tertawa Sambil menahan kencing Hatiku tercabik-cabik Sudahlah, bayar uangnya [...]
Tentang Sejarah Dosa Kita
on by nyenius in Puisi Katarsis Nyenius, Comments (0)
Tentang sejarah dosa kita Tak ada yang bisa menghapusnya Tercecer di belakang dalam titik-titik hitam Tentang kesunyian Keberengsekan yang aku tabuh Pada bibirmu Aku tak bisa menjelaskannya “sudahlah, ini hampir tengah malam” Nikmati saja cahaya kota Dari jendela ini Manjakan wajah dalam tamparan angin malam Dosa masih tergeletak di situ “tapi, sudahlah, ini hampir tengah [...]
Lagu Rindu Penduduk Yastrib
on by nyenius in Puisi Katarsis Nyenius, Comments (2)
Kawan-kawan bajingan Dimana pun berada Kita pernah bermimpi menjadi sesuatu Setidaknya mencoba untuk berhayal Dan lantas menertawakannya Mungkin hanya sekedar Penyegar suasana Tapi ya, kita pernah melakukannya Ingatkah Di dalam suatu rumah tingkat 2 Dengan lampu-lampu bohlam temaram -yang itu semua karena uang kiriman lebih baik Untuk beli rokok ketimbang lampu pl yang terang- Dan [...]
Semalam Merancang Hidup di Neraka
on by nyenius in Puisi Katarsis Nyenius, Comments (0)
Semalam Merancang Hidup di Neraka Monday, July 02, 2007 7:42 PM Semalam merancang hidup di neraka Bersama musik orang-orang busuk Dan setengah botol vodka Hening menghantarkan Pelecehan atas dosa Kaki bersilangan diatas meja Hembus tembakau, seteguk lagi Dan kita tertawa Begitu aneh rasanya dosa yang satu ini Ada rasa enggan dan konyol Tapi tetap dijalankan [...]
Latest koment
on February 23, 2007 by nyenius in Puisi Katarsis Nyenius, Comments (0)
Ada yang baru, latest koment, tapi masih ada halaman yang belum ke upload, jadinya masih blum bisa dipake. Juga itu spam bangsat blum gue apus2in.
Ketika Kotoran Itu Menghantam Wajahku
on by nyenius in Puisi Katarsis Nyenius, Comments (0)
Tuhanku nafsu telah menghalangiku dari menyembahMu penuh seluruh Tuhanku nafsuku memburamkan hati sehingga cahyaMu tak sampai-sampai lelaki yang berdiri diatas tumpukan keinginan bayang-bayang khayal yang mengantarnya pada jembatan rapuh dimanakah aku? dan ketika suaraMu sejuk menegur jiwa yang bebal dunia bayangan retak dan hancur terlihatlah bangunan busuk yang dijalaninya bahwa semuanya abu, menuju kesia-siaan bahwa [...]
Di Dada Wanita yang Baru Kukenal Sehari
on by nyenius in Puisi Katarsis Nyenius, Comments (0)
Itu ranjang untuk dua orang aku gumuli dia, entah milik siapa. melenguh, menjambak, memercikkan energi hidup yang tak seharusnya Semua bermula pada kerling sepintas dan hati yang bertanya ingin mengenal gelap telah menutupi mata dari dosa aku sudah lupa cerita Yusuf yang Mulia kami tak berkata-kata hanya kasur sialan itu terus berderit tapi tidak Tuhanku [...]
Wanita Pada Suatu Subuh
on by nyenius in Puisi Katarsis Nyenius, Comments (0)
Ya saat itu aku harus memilih di suatu subuh ramadhan aku berdiri pada pintu menimang antara pergi atau menghampiri wanita yang duduk menunggu di atas kasur aku hanya tersenyum kecut, “Selamat tinggal.” Kata-kata terasa menggantung di bibir. Dia pun tertawa, “Aku telah mengalahkan orang yang memukau publik” Kata-katanya kacangan, aku tak peduli, tapi tawanya. Perempuan [...]
Pandangan Buram, Aku Merutuk
on February 11, 2007 by nyenius in Puisi Katarsis Nyenius, Comments (0)
“And if the daylight feels like it’s a long way off And if your glass heart should crack And for a second you turn back Oh no, be strong”cit. Lihatlah apa aku jalan ditempat? aku tak tahu sejujurnya betul tak tahu rasanya mau nangis saja aku lupa halte lupa simpangan berjalan begitu saja hingga compang-camping [...]
