Posts In Category Puisi Cinta Member

Siluet

on June 12, 2007 by ryo-o in Puisi Cinta Member, Comments (0)

Terkurung aku dalam, Siluet magentamu yang tak bercela, Tak ada kehangatan kini, Hanya silau, Dan rindu yang separuh sisa, Karena tawamu dalam diam, Bahwa kau tak pernah, Butuhkan purnama, Hanya sang surya!

Read more...

Cinta yang terbuang

on May 28, 2007 by Adisti in Puisi Cinta Member, Comments (2)

Cinta Yang Terbuang saat malam menggantikan siang hati ini tak tenang memikirkan kau di sana Namun apa yang ku dapat saat itu Kau bersanding bersamanya Hancurnya hatiku Perihnya luka hatiku Bagai ombak yang menerpa karang Menghancurkan karang yang kokoh Bunga cinta yang slama ini ku bina ternyata tak kau tanggapi Buih cinta yang kuberikan padamu [...]

Read more...

puisi Cinta

on May 22, 2007 by orie in Puisi Cinta Member, Comments (0)

Tarian Cinta ‘Utada Hikaru’ huh… dimana cahyamu yang kau janjikan dua masa kumenanti kehadiran seseorang seseorang yang mau mengerti tentang asaku menari dalam tarian Misteri Cinta rasanya enggan tuk pergi dari Jiwamu aku ingin menjadi angin saja yang slalu membangkitkan Gelora dan mengantarmu pada keabadian setiap detik… mengapa kau slalu membayangi kesendirianku.? Kenapa langkah ini [...]

Read more...

kuingin lagi

on May 8, 2007 by in Puisi Cinta Member, Comments (0)

malam sunyi menghiasi hariku di tengah kesepianhembusan angin tak lagi sejuk malah menusukbintang dimanakah engkau?kurindukan cahayamu…. kupendam kerinduan hingga menjadi lubangyang penuh angan dan impiantak lagi kuberlari dalam riuh kehiduanhanya malam dan keheningan dimanakah mentari saat kucari?terlambatkah aku menyadari?keluguan yang dihiasi senyum tertahan penuh makna turunkah rembulan saat kupanggil?kumengelak dengan dalil….semua tentangmu, yang selalu menari [...]

Read more...

QUite

on January 17, 2007 by Flou-Dy in Puisi Cinta Member, Comments (1)

Dalam diam kau berbicaraDalam diam kau berharapDalam diam kau menghakimiDalam diam kau menyiksa Dalam diam kau memberiku kesempatanDalam diam kau memberiku satu artiDalam diam kau membuatku mengertiDalam diam kau membuatku berfikirdan..Dalam diam ku pun penuh harapDalam diam ku pun berdoa …Cukup !!Jangan ada lagi diamJangan ada lagi diamJangan ada lagi diam yang menyesatkan !!

Read more...

Terimalah diriku

on September 14, 2006 by raul in Puisi Cinta Member, Comments (1)

Kesepian menemani hidupku yang selalu melingkari, dan memanggil rindu mengingat tampang seorang pujaan terlintang dia disetiap lamunan Dirimu tak dapat kutinggalkan wajah cantikmu tak dapat aku lupakan terimalah daku menjadi seorang raja mendamping hidupmu yang selalu tetap setia Hayalku mengikuti wajah indahmu tidurku bermimpi bibir manismu tiap langkahmu akan kujejaki selalu mengintai gerak,cinta yang aku [...]

Read more...

untuk lelaki tangguhku

on June 12, 2006 by cintaputih in Puisi Cinta Member, Comments (0)

seperti baja kau keras, tak tergoyah bagaikan batu kau diam membisu tak bisa luluh…. apalagi kutaklukan napasmu napas pejantan warnamu merah membara hatimu keras sekeras karang senyumu….., sungguh teramat mahal angkuh benar pribadimu……. bertahta diatas kesombongan kokoh tak bergeming kutantang kau dibara rindu aku bersumpah….akan kulebur kerasnya baja diatas lahar cinta yang membara hai lelaki [...]

Read more...

18 Detik Menuju Matahari Terbit

on March 4, 2006 by noctua in Puisi Cinta Member, Comments (1)

Sepertinya benar, bagian malam yang tergelap adalah beberapa saat sebelum fajar menjelang. Tak hanya bagian yang paling gelap, tapi juga paling dingin dan paling sepi. Bertolak belakang dengan senja yang terasa hangat, yang menemani setiap manusia untuk pulang ke peristirahatannya. Bukankah itu berarti keadilan Tuhan. Maka, tak ayal, ada berjuta makna implisit dibalik beberapa jam [...]

Read more...

Pertama!

on by noctua in Puisi Cinta Member, Comments (0)

Kemarin sore, matahari terasa terbenam lebih cepat. Dan beberapa hari ini, seakan-akan cuaca memaksa tiap manusia untuk tidak meninggalkan tempat teduhnya. Memang cuaca yang agak aneh ini terjadi sejak seminggu keberangkatan Putri Dyah Pitaloka ke Majapahit. Sudah sudah, jangan coba memikirkan yang tidak-tidak. Matahari tidak pernah bersekutu dengan bala tentara Syiwa untuk menurunkan murkanya ke [...]

Read more...

Pagi, Hujan, dan Senja

on by noctua in Puisi Cinta Member, Comments (1)

Dan matahari pun belum muncul, ketika hujan sudah memberikan perlawanan di awal hari ini. Cuma satu hal yang bisa dipaksakan dalam kondisi seperti ini, pergi kembali ke tempat tidur, melanjutkan mimpi tentang dirimu tadi malam. Tuhan memang adil, ketika kita hampir sampai di klimaks mimpi kita, maka sampai pula jarum pendek itu ke angka 5. [...]

Read more...

Di batas pergantian hari!

on by noctua in Puisi Cinta Member, Comments (0)

- kuucapkan salam dan doa – semoga setiap kebajikan dan anugerah kemuliaan seorang Ibu tercurahkan selalu kepadamu! semoga setiap tetes tangisan para Syuhada, menjadi embun yang menghapus kemalasan di wajahmu semoga setiap jerit tangisan bayi yang baru lahir, menjadi tameng atas tiap tendensi untuk menyerah aku berdiri di belakangmu, menjagamu agar tak pernah menengok ke [...]

Read more...

Something..

on November 30, 2005 by iveb in Puisi Cinta Member, Comments (0)

I tried to go on like i never knew u.. im awake but my world half asleep.. i pray for this heart to be unbroken.. but without you, all im going to be is incomplete.. did i fall in love? or did i find disaster.. coz.. after all i’ve done.. we’ll never be more than [...]

Read more...