<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nyenius.Com</title>
	<atom:link href="http://nyenius.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nyenius.com</link>
	<description>Don't Panic</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Sep 2010 19:11:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Berfikir Skeptis</title>
		<link>http://nyenius.com/?p=2638</link>
		<comments>http://nyenius.com/?p=2638#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Sep 2010 17:15:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nyenius</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nyenius.com/?p=2638</guid>
		<description><![CDATA[Masih ingat betul, dalam sebuah stadium general seorang guru SMU saya berkata (berteriak lebih tepatnya); &#8220;Dalam urusan keimanan, paling pertama kita harus yakin dan percaya, tapi dalam mencari kebenaran kita harus ragu!&#8221; Saya tidak menyukai ucapannya saat itu, walau dalam hati mengakui kebenarannya, karena saya tahu ada maksud lain dibalik ucapannya. Itulah pertama kalinya saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masih ingat betul, dalam sebuah stadium general seorang guru SMU saya berkata (berteriak lebih tepatnya); &#8220;Dalam urusan keimanan, paling pertama kita harus yakin dan percaya, tapi dalam mencari kebenaran kita harus ragu!&#8221; Saya tidak menyukai ucapannya saat itu, walau dalam hati mengakui kebenarannya, karena saya tahu ada maksud lain dibalik ucapannya. Itulah pertama kalinya saya bersentuhan dengan filosofi skeptis.</p>
<p>Sebelumnya coba kita lihat sedikit definisi dan sejarah dari skeptisisme tersebut.</p>
<blockquote><p><strong>skepticism</strong> (skĕp`tĭsĭzəm) [Gr.,=to reflect], philosophic position holding that the possibility of knowledge is limited either because of the limitations of the mind or because of the inaccessibility of its object.<br />
<em></em><br />
It is more loosely used to denote any questioning attitude.<br />
<em></em><br />
Extreme skepticism holds that no knowledge is possible, but this is logically untenable since the statement contradicts itself.<br />
<em></em><br />
The first important skeptical view was held by <a href="http://encyclopedia2.thefreedictionary.com/Democritus">Democritus</a>, who saw sense perception as no certain guide to objective reality.<br />
<em></em><br />
The <a href="http://encyclopedia2.thefreedictionary.com/Sophists">Sophists</a> were the earliest group of skeptics. <a href="http://encyclopedia2.thefreedictionary.com/Protagoras">Protagoras</a> taught the relativity of knowledge, and<a href="http://encyclopedia2.thefreedictionary.com/Gorgias">Gorgias</a> held that either nothing could be known, or if anything were known, it could not be communicated.<br />
<em></em><br />
<a href="http://encyclopedia2.thefreedictionary.com/Pyrrho">Pyrrho</a>, regarded as the father of skepticism, later held a similarly extreme position, seeing reality as inaccessible.<br />
<em></em><br />
<a href="http://encyclopedia2.thefreedictionary.com/Arcesilaus">Arcesilaus</a> taught that certitude is impossible and only probable knowledge is attainable. In the Renaissance, skepticism is seen in the writings of Michel de <a href="http://encyclopedia2.thefreedictionary.com/Montaigne%2c+Michel+Eyquem%2c+seigneur+de">Montaigne</a>, Pierre <a href="http://encyclopedia2.thefreedictionary.com/Charron%2c+Pierre">Charron</a>, and Blaise <a href="http://encyclopedia2.thefreedictionary.com/Pascal%2c+Blaise">Pascal</a>. For René <a href="http://encyclopedia2.thefreedictionary.com/Descartes%2c+Ren%c3%a9">Descartes</a> skepticism was a methodology that allowed him to arrive at certain incontrovertible truths.<br />
<em></em><br />
At the end of the 17th cent., Pierre <a href="http://encyclopedia2.thefreedictionary.com/Bayle%2c+Pierre">Bayle</a> skeptically challenged philosophical and theological theories. David <a href="http://encyclopedia2.thefreedictionary.com/Hume%2c+David">Hume</a>, a leading modern skeptic, challenged established assumptions about the self, substance, and causality.<br />
<em></em><br />
The skeptical aspect of Immanuel Kant&#8217;s philosophy is exemplified by his <a href="http://encyclopedia2.thefreedictionary.com/agnosticism">agnosticism</a>; his antinomies of reason demonstrate that certain problems are insoluble by reason.<br />
<em></em><br />
To some degree skepticism manifests itself in the scientific method, which demands that all things assumed as facts be questioned. But the positivism of many scientists, whether latent or open, is incompatible with skepticism, for it accepts without question the assumption that material effect is impossible without material cause.</p>
<p><a href="http://encyclopedia2.thefreedictionary.com/Skeptikoi">http://encyclopedia2.thefreedictionary.com/Skeptikoi</a></p></blockquote>
<p>lkhsdflksd</p>
<blockquote><p><strong>Wikipedia</strong><br />
<em></em><br />
Contemporary <strong>skepticism</strong> (or <strong>scepticism</strong>) is loosely used to denote any questioning attitude,<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Skepticism#cite_note-0">[1]</a></sup> or some degree of doubt regarding claims that are elsewhere taken for granted.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Skepticism#cite_note-1">[2]</a></sup><br />
<em></em><br />
The word <em>skepticism</em> can characterise a position on a single claim, but in scholastic circles more frequently describes a lasting mind-set. <span style="text-decoration: underline;">Skepticism is an approach to accepting, rejecting, or suspending judgment on new information that requires the new information to be well supported by evidence.</span><sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Skepticism#cite_note-2">[3]</a></sup> Individuals who proclaim to have a skeptical outlook are frequently called skeptics, often without regard to whether it is philosophical skepticism or empirical skepticism that they profess.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Skepticism#cite_note-3">[4]</a></sup></p>
<p><sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Skepticism">http://en.wikipedia.org/wiki/Skepticism</a></sup></p></blockquote>
<p>Dan semenjak membaca buku Black Swan, soalan skeptisisme ini kembali mengisi pikiran saya. Dari situ juga, ada bagian yang saya garisbawahi dari kutipan diatas, yaitu; Skepticism is an approach to accepting, rejecting, or suspending judgment on new information that requires the new information to be well supported by evidence. </p>
<p>Pembuktian apa yang harus diaplikasikan terlebih dahulu untuk mengujinya? Pembuktian bahwa hal tersebut salah, atau pembuktian kebenarannya. Seperti istilah END &#8216;Evidence of No Disease&#8217; dalam dunia kedokteran, bukannya NED &#8216;No Evidence of Disease&#8217;.</p>
<blockquote><p>Kendati demikian, ada pengecualian. Di antara mereka ada pemain catur papan atas, yang, seperti telah dibuktikan, sesungguhnya berfokus pada apakah sebuah langkah spekulatif akan menghasilkan posisi yang lemah, sebagai perbandingan, para pemain pemula cenderung mencari pembuktian-pembuktian kebenaran, alih-alih pembuktian kesalahan. Namun jangan bermain catur untuk mempraktikkan skeptisisme. Kalangan ilmuwan percaya bahwa pencarian kelemahan itulah yang telah menjadikan mereka pemain catur papan atas, bukan kebiasaan bermain catur yang mengubah mereka menjadi orang skeptik. Begitu pula, spekulator George Soros, ketika melakukan pertaruhan finansialnya, terus memperhatikan kejadian-kejadian yang akan membuktikan bahwa teori awalnya salah. Barangkali inilah yang disebut percaya diri sejati: kemampuan memandang dunia tanpa perlu mencari sesuatu untuk menyanjung diri sendiri.<br />
<em></em><br />
Buku Black Swan terjemahan Indonesia&#8211;bab Konfirmasi Informasi Halaman 79
</p></blockquote>
<p>Jadi, setelah tertarik mengenai skeptisisme, metode pembuktian mana yang kita pilih?</p>
<p>++Mobile</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nyenius.com/?feed=rss2&amp;p=2638</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Artinya Kamu dan Mereka, Bagimu dan Bagi Mereka</title>
		<link>http://nyenius.com/?p=2635</link>
		<comments>http://nyenius.com/?p=2635#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Sep 2010 23:35:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nyenius</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nyenius.com/?p=2635</guid>
		<description><![CDATA[Masih berhubungan dengan posting sebelumnya &#8220;You are a puzzle piece&#8221;, kita akan membahas sisi manusia yang berubah, dan apa yang memantik perubahan tersebut. Kelebihan manusia sebagai mahluk yang dapat memilih adalah dapat belajar dari interaksi-interaksinya dengan lingkungan sekitar. Yang kemudian menjadikan interaksi tersebut sebuah pengetahuan empirik yang tersimpan di otak dan dalam setiap urat darahnya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masih berhubungan dengan posting sebelumnya &#8220;You are a puzzle piece&#8221;, kita akan membahas sisi manusia yang berubah, dan apa yang memantik perubahan tersebut.</p>
<p>Kelebihan manusia sebagai mahluk yang dapat memilih adalah dapat belajar dari interaksi-interaksinya dengan lingkungan sekitar. Yang kemudian menjadikan interaksi tersebut sebuah pengetahuan empirik yang tersimpan di otak dan dalam setiap urat darahnya. Contoh, ketika seseorang memegang api dan tangannya terbakar, dia akan memiliki pengetahuan empiris bahwa api itu panas dan bisa melukai dirinya, setelah itu dia akan bersikap lain menghadapi api. Manusia bereaksi terhadap tantangan lingkungannya, baik yang negatif atau positif.</p>
<p>Kehadiran seseorang dalam hidup orang yang lain, dapat saling mempengaruhi perilaku dan cara pengambilan keputusan dalam banyak hal. Sama halnya dengan hilangnya orang lain dari lingkup kehidupan seseorang. Sebenci apapun sesuka apapun, tetap akan ada yang hilang, dan tetap akan memberikan efek perubahan perilaku.</p>
<p>Juga keluar-masuknya seseorang dalam suatu komunitas, tim kerja, masyarakat, akan saling memberi perubahan. Mungkin itu yang disebut orang sekarang &#8216;chemistry&#8217;. Jadi jangan pernah merasa bahwa Anda atau orang lain itu tidak penting, karena Anda menjadi Anda karena mereka juga, begitu juga sebaliknya.
<p>++Mobile</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nyenius.com/?feed=rss2&amp;p=2635</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>You Are A Puzzle Piece</title>
		<link>http://nyenius.com/?p=2629</link>
		<comments>http://nyenius.com/?p=2629#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Sep 2010 13:32:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nyenius</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nyenius.com/?p=2629</guid>
		<description><![CDATA[Segala sesuatunya naik-turun; ekonomi, detak jantung, perdamaian, peperangan, keimanan, dan kondisi psikologis seseorang. Ketika keadaan psikologis dalam kondisi prima, mau ada hujan-badai juga terasanya gerimis saja. Tapi ketika kondisi psikologis sedang turun, langit se-biru apa pun berasa mellow. Kondisi yang terakhir sering disebut sebagai down. Dan sialnya, dalam kondisi down biasanya orang justru lebih jelas melihat kelebihan-kelebihan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Segala sesuatunya naik-turun; ekonomi, detak jantung, perdamaian,<br />
peperangan, keimanan, dan kondisi psikologis seseorang. Ketika keadaan<br />
psikologis dalam kondisi prima, mau ada hujan-badai juga terasanya<br />
gerimis saja. Tapi ketika kondisi psikologis sedang turun, langit<br />
se-biru apa pun berasa mellow. Kondisi yang terakhir sering disebut<br />
sebagai down. Dan sialnya, dalam kondisi down biasanya orang justru<br />
lebih jelas melihat kelebihan-kelebihan orang di sekitarnya, makin terpuruk lah dia.</p>
<p>Saya pernah ada di posisi tersebut, dan sesekali pun terjadi di masa<br />
sekarang. Ada satu yang teringat ketika saya sedang down dan duduk seorang yang sedang &#8216;up&#8217;, makin down saja rasanya. Tapi setelah obrolan demi obrolan berlalu ada satu titik yang mengingatkan saya akan satu hal; tidak ada manusia yang bisa sukses sendirian. Yang pintar butuh yang bodoh, dan yang berhasil butuh yang gagal; begitu juga sebaliknya.</p>
<p>Saya terinspirasi menuliskan ini setelah membaca obrolan saya dengan seorang teman yang kemudian dia posting dalam tulisan yang menarik : http://rizky.avesena.net/2010/06/10/pematik-dan-api/ dari situ bisa dilihat bahwa setiap setiap orang merupakan satu komponen dari gabungan komponen yang menyusun sistem yang lebih besar.</p>
<p>Dalam komik Dragon Ball, saya mengidolakan tokoh Vegeta/Bezita, karena karakternya yang tidak suka basa-basi, beda dengan karakter Son Goku yang sangat naif dan beberapa kali membiarkan musuhnya hidup. Tapi ada hal yang menarik dari situ, karena tokoh Goku selalu melihat potensi lain seseorang selain keburukannya. </p>
<p>Jadi setiap orang adalah komponen yang penting, a piece of puzzle. Tinggal mencari dimana peran terbaik sesungguhnya dari seseorang dalam sesuatu.
<p>++Mobile</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nyenius.com/?feed=rss2&amp;p=2629</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mungkinkah Menggantikan Populasi Tikus Rumah dengan Hamster??</title>
		<link>http://nyenius.com/?p=2627</link>
		<comments>http://nyenius.com/?p=2627#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 17:38:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nyenius</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nyenius.com/?p=2627</guid>
		<description><![CDATA[Itu adalah pertanyaan yang ada di kepala saya semenjak memelihara hamster beberapa minggu yang lalu. Mengingat cepatnya hamster berkembang biak, saya mempunyai pikiran bahwa itu mungkin. Hanya saja ada beberapa kendala yang sudah terlintas: Predator: Kucing Tikus Burung Elang. Tapi tidak ada elang di ciputat, jadi ini gak mungkin :p Manusia Makanan. Tapi semua itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Itu adalah pertanyaan yang ada di kepala saya semenjak memelihara hamster beberapa minggu yang lalu. Mengingat cepatnya hamster berkembang biak, saya mempunyai pikiran bahwa itu mungkin. </p>
<p>Hanya saja ada beberapa kendala yang sudah terlintas:</p>
<ol>
<li>Predator:
<ul>
<li>Kucing</li>
<li>Tikus</li>
<li>Burung Elang. Tapi tidak ada elang di ciputat, jadi ini gak mungkin :p</li>
<li>Manusia</li>
</ul>
</li>
<li>Makanan.</li>
</ol>
<p>Tapi semua itu semua baru perkiraan, lebih baik dicoba dulu prakteknya. Sekarang ini 3 hamster dalam keadaan hamil. Rencananya, anak-anaknyalah yang akan dilepas nanti. Sebab kalo biangnya sudah terbiasa hidup dilayani penuh di kandang, jadi kemungkinan adaptasinya lebih kecil. Kalo yang bayi kan masih fresh.</p>
<p>Adaptasi:<br />
Saya berencana membiasakan kembali agar hamster untuk bersarang di tanah, dengan cara meletakkan kurungan hamster diatas tanah. Dengan harapan dia terbiasa menggali lubang di tanah. Mengurangi frekuensi makanan buatan.
<p>++Mobile</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nyenius.com/?feed=rss2&amp;p=2627</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Happy To Be Aboard (again)</title>
		<link>http://nyenius.com/?p=2619</link>
		<comments>http://nyenius.com/?p=2619#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 12:34:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nyenius</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nyenius.com/?p=2619</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya, tanpa disangka hari itu tiba, hari ketika gw bersentuhan dan bergabung lagi dengan senyawa bernama Xinix. Ya, senyawa! Gw tidak melebihkan dan mengurangi apalagi menjilat :p. Kalau diingat lagi pembentukannya saya hampir percaya rapat pertama itu penuh mistik. Dari awal sudah dipertaruhkan keyakinan seorang teman tentang &#8216;tidak ada yang kebetulan di dunia ini&#8217;. Sebab [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://xinix.co.id/assets/images/logo.png" alt="Xinix Logo" align="left" />Akhirnya, tanpa disangka hari itu tiba, hari ketika gw bersentuhan dan bergabung lagi dengan senyawa bernama Xinix. Ya, senyawa! Gw tidak melebihkan dan mengurangi apalagi menjilat :p.</p>
<p>Kalau diingat lagi pembentukannya saya hampir percaya rapat pertama itu penuh mistik. Dari awal sudah dipertaruhkan keyakinan seorang teman tentang &#8216;tidak ada yang kebetulan di dunia ini&#8217;. Sebab seseorang yang &#8216;kebetulan&#8217; ikut gabung di rapat pertama ternyata menjadi seseorang yang meletakkan batu tumpuan Xinix ke tahap selanjutnya; sebuah badan usaha legal.</p>
<p>Berkali-kali Xinix dipimpin 4 orang yang berbeda. Dan berkali-kali pula coba dibubarkan. Tapi nyatanya &#8216;dia&#8217; melawan kehendak itu, dan tetap hidup baik secara jelas maupun laten.</p>
<p>Ketika para personelnya melihat Xinix sedang vakum, ternyata dia hanya sedang berevolusi ke depan.</p>
<p>Masih ingat betul, ada satu sesi &#8216;rapat pembubaran&#8217; yang mana 4 orang personel berkumpul, dan semuanya membuka laptop masing-masing. Kondisi itu merupakan satu hal yang hanya bisa diimpikan oleh mereka 3 tahun sebelumnya; &#8220;kapan ya kita bisa rapat dan semuanya mencatat di laptop, bukan kertas bekas fotokopi-an kayak gini&#8230;&#8221; Sangat ironis saat itu, pas mau dibubarin, keadaan malah menunjukkan ada mimpi yang sudah tercapai.</p>
<p>Dan makin hari makin banyak mimpi-mimpi yang diutarakan dalam banyak rapat semalam suntuk, yang mulai dicapai sedikit demi sedikit.</p>
<p>Terima kasih kepada para visioner Xinix yang terus memperjuangkan eksistensinya atas kepercayaannya mengajak saya kembali ke dalam perahu yang sama. Saya akan berusaha memberikan yang terbaik sesuai dengan kapasitas saya di Xinix. Senang bisa bergabung dalam proses perwujudan mimpi yang berjalan seperti bola salju.</p>
<p>:)</p>
<p><a href="http://xinix.co.id/" target="_blank">Xinix Technology</a></p>
<p>++Mobile</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nyenius.com/?feed=rss2&amp;p=2619</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prasangka dan Fakta: cap muslim sebagai teroris</title>
		<link>http://nyenius.com/?p=2608</link>
		<comments>http://nyenius.com/?p=2608#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 21:11:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nyenius</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nyenius.com/?p=2608</guid>
		<description><![CDATA[Waktu iseng-iseng buka google reader, saya nemuin satu posting orang yang menarik. Dia membuat satu grafik yang mempertanyakan kebencian dan prasangka barat bahwa muslim adalah teroris. Prasangka bila dibiarkan, apalagi ditambah pembenaran-pembenaran yang dibumbui kisah-kisah palsu, dapat menjadi bola salju kesalah-pahaman yang melekat kuat di benak seseorang. Harusnya, begitu muncul prasangka kita segera menginvestigasi hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu iseng-iseng buka <a href="http://www.google.co.id/reader/view/?tab=oy" target="_blank">google reader</a>, saya nemuin satu posting orang yang menarik. Dia membuat satu grafik yang mempertanyakan kebencian dan prasangka barat bahwa muslim adalah teroris. Prasangka bila dibiarkan, apalagi ditambah pembenaran-pembenaran yang dibumbui kisah-kisah palsu, dapat menjadi bola salju kesalah-pahaman yang melekat kuat di benak seseorang. Harusnya, begitu muncul prasangka kita segera menginvestigasi hal tersebut dari berbagai sisi, bahkan kalau perlu menuliskan fakta tersebut ke dalam sebuah grafik (walau cara ini tidak selalu benar).</p>
<p>Berikut ini adalah grafik yang dibuat pemosting tersebut yang membuat saya tertarik (walau saya berada dalam kelompok yang dipersangkakan).</p>
<p><img class="aligncenter" title="graphic" src="http://snarla.files.wordpress.com/2010/08/venn-diagram-al-qaeda-islam-muslims.jpg?w=500&amp;h=412" alt="" width="500" height="412" />Pemosting grafik ini menambahkan kata-kata sebagai berikut:</p>
<blockquote><p>Berikut adalah diagram Venn dari populasi Amerika Serikat, populasi dunia Muslim, irisannya, dan al-Qaeda. Titik grafik Al-Qaeda harus diperbesar hingga sepuluh kali lipat agar terlihat.<br />
<em></em><br />
Jika Islam benar-benar sebuah agama berlumuran darah dan sebagian besar umat Islam benar-benar mendukung al-Qaeda, kenapa mereka belum membunuh kita semua?</p></blockquote>
<p>Walau pernyataan tersebut masih sangat bisa diperdebatkan, grafik ini masih dapat menunjukkan bahwa generalisasi memang berbahaya.</p>
<h6>***Sumber : <a href="http://snarla.wordpress.com/2010/08/29/if-they-hate-us-why-havent-they-killed-us-yet">http://snarla.wordpress.com/2010/08/29/if-they-hate-us-why-havent-they-killed-us-yet</a></h6>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nyenius.com/?feed=rss2&amp;p=2608</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Umberto Eco&#8217;s Antilibrary</title>
		<link>http://nyenius.com/?p=2582</link>
		<comments>http://nyenius.com/?p=2582#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 20:02:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nyenius</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nyenius.com/?p=2582</guid>
		<description><![CDATA[Current Mood: PonderingTulisan berikut ini gue ketik ulang&#8211;secara utuh, tanpa izin tertulis&#8211; dari buku Black Swan karya Nassem Nicholas Taleb. Umberto Eco&#8217;s Antilibrary Penulis yang bernama Umberto Eco termasuk di antara hanya sedikit cendekiawan yang serba tahu, berwawasan luas, dan tidak menjemukan. Ia memiliki sebuah perpustakaan pribadi yang besar (berisi 30 ribu judul buku) dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="moods">Current Mood:<img src="/wp-content/plugins/wp-smiley-switcher/noktahhitam/icon_question.gif" alt="Pondering emoticon" /> Pondering</p><p>Tulisan berikut ini gue ketik ulang&#8211;secara utuh, tanpa izin tertulis&#8211; dari buku <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_Black_Swan_(Taleb_book)" target="_blank">Black Swan karya Nassem Nicholas Taleb</a>.</p>
<blockquote>
<h1 style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Black Swan UK book cover" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/1/17/The_black_swan_taleb_cover.jpg/200px-The_black_swan_taleb_cover.jpg" alt="" width="200" height="200" />Umberto Eco&#8217;s Antilibrary</h1>
<p>Penulis yang bernama Umberto Eco termasuk di antara hanya sedikit cendekiawan yang serba tahu, berwawasan luas, dan tidak menjemukan. Ia memiliki sebuah perpustakaan pribadi yang besar (berisi 30 ribu judul buku) dan membagi para pengunjungnya ke dalam dua kelompok: mereka yang bereaksi dengan “Wow! <em>Signore professore dottore</em> Eco, hebat sekali perpustakaan yang Anda miliki! Berapa banyak di antara buku ini yang telah Anda baca?” dan sebuah kelompok lain&#8212;sedikit sekali&#8212;yang paham bahwa sebuah perpustakaan pribadi bukan pelengkap untuk menaikkan gengsi pemiliknya, melainkan alat untuk penelitian. Buku-buku yang telah terbaca memiliki nilai jauh lebih rendah daripada buku-buku yang belum terbaca. Perpustakaan harus berisi sebanyak mungkin <em>yang tidak Anda ketahui</em> sama seperti informasi  keuangan, yang tidak harus Anda kuasai seluruhnya tetapi dapat Anda ketahui ketika diperlukan. Anda akan menghimpun pengetahuan dan buku lebih banyak sejalan dnegan pertambahan usia, dan makin banyak buku di rak yang dengan sedih akan memandangi Anda karena belum terbaca. Marilah kita sebut kumpulan buku yang belum terbaca ini <em>antilibrary.</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p>Kita cenderung memperlakukan pengetahuan kita sebagai hak milik pribadi yang harus dilindungi dan dipertahankan. Pengetahuan seperti sebuah ornamen yang memungkinan kita naik ke posisi lebih terhormat. Maka kecenderungan untuk meremehkan kepekaan perpustakaan Eco dengan berfokus pada yang diketahui merupakan sebuah bias manusiawi yang selanjutnya berpengaruh terhadap kerja mental kita. Orang tidak berjalan ke mana-mana membawa pengumuman negatif mengatakan yang belum mereka pelajari atau belum mereka alami (itu tugas para pesaing mereka), tetapi alangkah baiknya andai mereka melakukannya. Sama seperti kita perlu menegakkan logika perpustakaan di kepalanya, kita akan berusaha mendirikan pengetahuan sendiri di kepalanya. Perhatikan bahwa Black Swan berasal dari kesalahpahaman terhadap kejutan-kejutan yang dapat terjadi, terhadap buku-buku yang belum terbaca, karena kita terlalu sibuk dengan yang kita ketahui meskipun sedikit.</p>
<p><em><br />
</em><br />
Mari kita mendatangkan seorang <em>antischolar</em>&#8212;seseorang yang berfokus pada buku-buku yang belum terbaca, dan membuat sebuah upaya untuk memperlakukan pengetahuan sebagai sebuah harta karun, atau bahkan suatu hak milik, atau bahkan sesuatu yang meningkatkan harga diri—seorang peneliti yang skeptis.<br />
<em><br />
</em></p>
<p>Bab-bab dalam bagian ini berusaha menjawab pertanyaan tentang bagaimana kita, manusia, berurusan dengan pengetahuan&#8212;dan preferensi kita terhadap cerita-cerita yang menghibur dibanding terhadap sekumpulan data empirik. Bab 1 menghadirkan Black Swan dalam wujud yang aslinya: bagaimana kita cenderung melakukan generalisasi terhadap yang kita lihat. Kemudian saya menyajikan ketiga wajah masalah Black Swan yang sama : a) <em>kesalahan konfirmasi, </em>yakni bagaimana kita cenderung tergesa-gesa tidak menyukai bagian perpustakaan yang belum terjamah (kecenderungan melihat ke bagian yang menegaskan pengetahuan kita, bukan ketidaktahuan kita), dalam Bab 5; b) <em>kesalahan dalam bercerita, </em> yakni bagaimana kita membohongi diri sendiri dengan cerita-cerita dan anekdot-anekdot *Bab 6); c) bagaimana emosi dapat memengaruhi kemampuan kita membuat kesimpulan *Bab 7); dan d) <em>masalah bukti yang bisu,</em> atau trik-trik sejarah dalam menyembunyikan Black Swan dari kita (Bab 8). Bab 9 membahas kekeliruan yang bisa mematikan dalam membangun pengetahuan dari dunia permainan.</p></blockquote>
<p>Bottom line dari pengantar ini bagi gue adalah  :</p>
<blockquote><p>&#8230;<em>kita terlalu sibuk dengan yang kita ketahui meskipun sedikit</em>.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nyenius.com/?feed=rss2&amp;p=2582</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tidak, Bukan Begitu</title>
		<link>http://nyenius.com/?p=2552</link>
		<comments>http://nyenius.com/?p=2552#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Aug 2010 22:59:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nyenius</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi Cinta Nyenius]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nyenius.com/?p=2552</guid>
		<description><![CDATA[Tidak bukannya aku benci kau telpon hanya aku menolak berharap jangan tawarkan yang tak bisa kau beri jangan menjadi matahari kalau sinarnya hanya mimpi biar pertemuan kita sebatas kesenangan belaka jangan bawa hati lupakan soal rasa jangan buat aku mengumpatmu Tidak bukannya aku benci kau hibur itu akan membuatku bersandar padamu sedangkan tak jelas betul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak<br />
bukannya aku benci kau telpon<br />
hanya aku menolak berharap</p>
<p>jangan tawarkan<br />
yang tak bisa kau beri<br />
jangan menjadi matahari<br />
kalau sinarnya hanya mimpi</p>
<p>biar pertemuan kita<br />
sebatas kesenangan belaka<br />
jangan bawa hati<br />
lupakan soal rasa<br />
jangan buat aku mengumpatmu</p>
<p>Tidak<br />
bukannya aku benci kau hibur<br />
itu akan membuatku bersandar padamu<br />
sedangkan tak jelas betul<br />
dimana kau jangkarkan hatimu</p>
<p>Tidak<br />
bukannya aku tak ingin mencintaimu</p>
<p>&#8230;</p>
<p>sebodoh-bodohnya,<br />
aku tahu dosa</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nyenius.com/?feed=rss2&amp;p=2552</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Simplify Your Recurring Activity</title>
		<link>http://nyenius.com/?p=2549</link>
		<comments>http://nyenius.com/?p=2549#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 18:53:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nyenius</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nyenius.com/?p=2549</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang punya kegiatan yang berulang (recurring activity), bagi para hobiis akuarium kegiatan-kegiatan tersebut adalah pembersihan dwi-mingguan, penambahan air, pemberian vitamin dll. Bagi ibu-ibu yaitu belanja, memasak, menyiapkan keperluan anak dan suami. Bagi pedagang online mengupdate stok-stok baru dagangannya. Dan lain sebagainya. Terkadang ketika suatu kegiatan rutin baru akan dimulai, orang biasanya akan melakukan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap orang punya kegiatan yang berulang (recurring activity), bagi para hobiis akuarium kegiatan-kegiatan tersebut adalah pembersihan dwi-mingguan, penambahan air, pemberian vitamin dll. Bagi ibu-ibu yaitu belanja, memasak, menyiapkan keperluan anak dan suami. Bagi pedagang online mengupdate stok-stok baru dagangannya. Dan lain sebagainya.</p>
<p>Terkadang ketika suatu kegiatan rutin baru akan dimulai, orang biasanya akan melakukan yang terbaik yang dia bisa, dan lama kelamaan esensi dan antusiasnya akan berkurang. Kenapa ini terjadi? Selain rasa bosan, penyebab lainnya adalah rumitnya proses pelaksanaan tugas yang harusnya berulang tersebut, sehingga tidak disadari menjadi satu kegiatan yang &#8216;traumatis&#8217;, yang membayangkannya saja sudah timbul rasa enggan.</p>
<p>Jadi apabila ada suatu tugas/kegiatan yang akan menjadi rutin, jangan hanya pikirkan untuk melakukan yang terbaik, tapi juga pertimbangkan faktor simplisitas pelaksanaan tugas di masa yang akan datang, sehingga tugas tersebut akan menjadi lebih feasible untuk dilakukan secara rutin.
<p>++Mobile</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nyenius.com/?feed=rss2&amp;p=2549</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cub Interior</title>
		<link>http://nyenius.com/?p=2546</link>
		<comments>http://nyenius.com/?p=2546#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 13:43:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nyenius</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nyenius.com/?p=2546</guid>
		<description><![CDATA[Kemaren malem ga sengaja nginep di tempat temen di Tebet. Gw disana dari sore. Pas waktu buka beberapa temen kampus dateng juga ke situ. Dan ternyata mereka mnegadakan rapat untuk workgoup (sebutan gw untuk sekumpulan orang yang sepakat bikin usaha bersama tapi belum dilegalkan) interior. Gw segera teringat kembali masa-masa tahunan silam, ketika berkumpul seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemaren malem ga sengaja nginep di tempat temen di Tebet. Gw disana dari sore. Pas waktu buka beberapa temen kampus dateng juga ke situ. Dan ternyata mereka mnegadakan rapat untuk workgoup (sebutan gw untuk sekumpulan orang yang sepakat bikin usaha bersama tapi belum dilegalkan) interior.</p>
<p>Gw segera teringat kembali masa-masa tahunan silam, ketika berkumpul seperti itu juga, membangun Salikur (keluarga teater), VideoArd (production house), dan terakhir Xinix Technology (Software house).</p>
<p>Karena ingatan itu, dan karena rasa gatal setelah berjam-jam mendengarkan mereka ngumpul membicarakan nama group yang belum ketemu juga, gw menawarkan diri jadi moderator. Moderator yang baru masuk di tengah &#8216;rapat&#8217; dan hanya bicara pada saat tertentu saja. Ya tidak seperti moderator yang selama ini saya tahu, semua itu demi menyesuaikan dengan keadaan dan mencoba tidak ikut campur lebih jauh. Saya tersenyum; ya memang semuanya bermulai dari &#8216;kekacauan&#8217;, chaos.</p>
<p>Terlepas dari detil rapat malam itu ada pikiran lain menggelitik di kepala. Memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya atas workgroup ini. Tapi hal itu pun segera gw singkirkan, melihat animo mereka, dan melihat percikan potensi kreatifitas dari tiap personelnya. Gw hanya berharap ini akan menjadi sesuatu yang menarik di masa yang akan datang.</p>
<p>Akhirnya lahirlah sebuah nama: &#8220;CUB INTERIOR&#8221;.</p>
<p>Bravo my friends, may success be our future :D</p>
 <div style='border: 1px solid #7CFC00;width:80%;background-color: #C6D1DF;margin-left: 50px;' class='series_toc'><h4>Bagian dari seri tulisan : <em><u>Berdikari</u></em><br>
Tulisan lainnya: <ol><li>Cub Interior (this post)</li><li><a href='http://nyenius.com/?p=2521' title='Saya Tidak Mampu Jadi CEO'>Saya Tidak Mampu Jadi CEO</a></li></ol></h4></div><div class='series_links'> <a href='http://nyenius.com/?p=2521' title='Saya Tidak Mampu Jadi CEO'>Next in series</a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nyenius.com/?feed=rss2&amp;p=2546</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
