on February 20, 2005 by mamat in Dedicated, Mamat, Comments (1)

Tangisan seorang anak, Yang menanti kasih Bunda

Lama kunanti kasih bunda
Seperti menanti hujan di kemarau panjang
Kemarau itu rantauan
Dan hujan itu kasih sayang
Serta penantian itu waktu yang panjang

Lama kunanti kasih ibu
Kasih sayang seorang bunda
Yang tak dapat dikalahkan oleh siapa pun
Walaupun oleh conglomerate sekalipun
Atau saudara dekat, meskipun

Kunanti kehadiran bunda disisi ku
Yang dapat memberikan nasehat setiap saat
Yang dapat menerangiku dengan kasih nya
Sudah lama kunanti hampir enam decade

Mengapa dulu ku dilepas begitu saja
Mengapa harus di saat kecil ku
Pada masa yang sangat memerlukan kasih sayang
Kunanti kasih sayang bunda disisiku
Biar ia tahu apa isi hati ku

Aku tak ingin hidup istimewa
Seperti putera keraton
Aku tak ingin masa depan ku sukses
Seperti banyak conglomerate sesat
Tapi aku ingin hari esok ku lebih baik dari hari ini

Aku tak ingin hidup ku tertekan
Yang penuh ketakutan
Karena aku tak ingin hidupku diatur oleh orang lain
Aku hanya ingin semua orang menyayangi ku
Seperti teman-teman ku yang kehilangan ku

Tapi saat ini
Aku ingin menanti kasih sayang seorang bunda
Aku ingin dekat dengan ibuku
Karena itulah cita-cita ku saat ini

MaMaT
15/03/03

1 Comment

  1. galih

    December 30, 2009 @ 12:37 pm

    haru biru buat yang satu ini mat hehehe…cimenk

Leave a comment

XHTML: Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>