on June 30, 2006 by nyenius in Blog, Comments (5)
Evaluasi sebuah shooting amatir, tertanggal 30 Maret 2003…
Ini adalah file evaluasi shooting sebuah film indie berjudul : ‘Sebuah Cerpen’ , berlokasi di Bandung, di sebuah kafe bernama Kafe 33, yang sampai sekarang film indie tersebut masih berbentuk kaset-kaset vhs, alias belum diedit. Sampai sekarang masih utang 2 scene lagi, tapi ga bisa kebayar, karena aktornya dan aktrisnya sudah jauh berubah perawakannya.
evaluasi syuting hari kedua di kafe 33
pertama syuting hari ini dilaksanakan dalam keadaan sang sutradara capek berat setelah seminggu sebelumnya (hampir berturut-turut) terlibat dalam beragam aktivitas yang semuannya menguras energi. kedua sang sutradara dalam keadaan tidak enak hati kepada pemilik tempat syuting dan juga kepada para pemainnya, sehingga timbullah kepanikan tersendiri dalam dirinya yang mengakibatkan ke-terburu-buruan, sehingga banyak hal yang terlewat atau tidak terlaksanakan dengan baik. storyboard dan shoot list juga skenario yang seharusnya menjadi pegangan utama, justeru sering terbengkalai. kepanikan dari sutradara ini fatal dan mempengaruhi jalannya pengambilan gambar. baik dari segi keteraturan pengambilan gambar maupun mood pemain dan crew.
pengorganisiran keuangan kacau. karena tidak adanya rapat-rapat pra-produksi yang intens. tidak lupa juga kondisi wacana (baik teknis maupun praktis) dari sutradara, crew dan pemain tentang perfileman yang masih dalam tahap belajar.
satu hal yang jangan pernah hilang dalam suasana shooting (baik setelah marah-marah sekalipun) yaitu senyum, ini vital alias penting. karena secara psikologis, senyum menetralkan suasana mood yang kacau dan manimbulan kelegaan dan ketenangan tersendiri dalam diri setiap unit shooting.
buat kedepannya, tenang, rileks, dan lakukan sesuatu dengan lebih terencana, tidak asal jadi. sebelum bergerak pikirkan dan lihat lagi perencanaan awal, sehingga segala sesuatunya berjalan sesuai dengan rencana.
jangan menganggap enteng, dan jangan pernah membayangkan segala sesuatunya akan berjalan terlalu mudah atau terlalu sulit. bayangan berbeda (hampir) 100% dari kenyataan di lapangan.
good luck.

abay
June 30, 2006 @ 9:53 pm
hahahhaahaha… gw jadi kangen… spirit nya masi ada, jadi anytime, gimme called when u get ur madness, dude
TOba
June 30, 2006 @ 9:53 pm
dude, sadarilah, sudah tak terkejar dua scene sisa itu, liat perut you itu, whahahahahahhahahaha…. ok, ngerti gue =)
Bayu Arjuka
June 30, 2006 @ 9:53 pm
Man, film itu mungkin lum waktunya realese hehe,
kita realease dengan tambahan alur, BEBERAPA TAHUN KEMUDIAN,terus kita shoot lagi hehe,realis gak tuh,hahaha
abay
June 30, 2006 @ 9:53 pm
yang penting muka gw tetep cute hahahhahahahaha…. urusan perut, buat apa hitler menemukan alat fitness kalo cuma kita sia2kan hahahahha…
Toba
June 30, 2006 @ 9:53 pm
Bar, lo fitness kan cuma tahan sebulan =p Wah boleh juga usul bayu tu.. =D