on February 23, 2007 by nyenius in Puisi Katarsis Nyenius, Comments (0)

Ketika Kotoran Itu Menghantam Wajahku

Tuhanku
nafsu telah menghalangiku
dari menyembahMu penuh seluruh

Tuhanku
nafsuku memburamkan hati
sehingga cahyaMu tak sampai-sampai

lelaki yang berdiri
diatas tumpukan keinginan
bayang-bayang khayal
yang mengantarnya pada jembatan rapuh

dimanakah aku?

dan ketika suaraMu sejuk
menegur jiwa yang bebal
dunia bayangan retak dan hancur
terlihatlah bangunan busuk yang dijalaninya

bahwa semuanya abu, menuju kesia-siaan
bahwa semua warna yang disangka menyala
ternyata hitam belaka

dan waktu, makhluk tanpa rasa itu
terus melaju
banyak jejak langkahku berwarna hitam
sesak

Dimanakah aku?

Bermandi peluh mengejar mimpi kosong
bekerja keras menggapai mimpi porno siang hari

Keinginan-kewajiban,
Kewajiban-keinginan.

Dimanakah aku?
mendadak jadi asing sendiri
segala tubuhku terlihat sebagai arang
jiwa yang pernah kupupuk hilang terbang
tergambar kebodohanku, dan kesia-siaan itu

Kebodohan,
selalu terlalu mahal harganya.

No Comments

Leave a comment

XHTML: Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>